Berita Terkini

Seputar Universitas Muhammadiyah Lamongan

Kegiatan

20 October 2026 | 08:58 WIB

APTIKOM Gelar Rapat Koordinasi Pembentukan FORDI Informatika Medis/Kesehatan, Perkuat Sinergi Pengembangan Pendidikan Nasional

Admin Web UMLA

Admin Web

#Kegiatan

UMLA NEWS - Jakarta, 20 Oktober 2026 – Asosiasi Pendidikan Tinggi Informatika dan Komputer (APTIKOM) menyelenggarakan Rapat Koordinasi APTIKOM dengan FORDI Program Studi di Bawah Naungan APTIKOM secara daring melalui Zoom Meeting pada Selasa, 20 Oktober 2026, pukul 13.30–14.30 WIB. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam memperkuat sinergi antarprogram studi sekaligus menginisiasi pembentukan Forum Program Studi (FORDI) Informatika Medis/Kesehatan sebagai wadah kolaborasi nasional bagi perguruan tinggi yang memiliki bidang keilmuan tersebut. Rapat diikuti oleh pengurus APTIKOM, koordinator FORDI, serta perwakilan Program Studi Informatika Medis dan Informatika Kesehatan dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Agenda utama meliputi evaluasi sinergi program APTIKOM, pembahasan pembentukan FORDI Informatika Medis/Kesehatan, penyusunan langkah awal struktur kepengurusan, serta perencanaan kolaborasi dan program kerja ke depan. Ketua Umum APTIKOM Tekankan Pentingnya Sinergi Nasional Dalam sambutannya, Ketua Umum APTIKOM periode 2026–2030, Prof. Husni Teja Sukmana, menegaskan bahwa pembentukan FORDI Informatika Medis/Kesehatan merupakan bagian dari upaya memperkuat ekosistem pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi digital di sektor kesehatan. “APTIKOM berkomitmen menjadi ruang kolaborasi bagi seluruh program studi di Indonesia. Kehadiran FORDI Informatika Medis/Kesehatan diharapkan mampu menyatukan visi, memperkuat jejaring akademik, serta menghasilkan langkah-langkah strategis dalam pengembangan kurikulum, penelitian, dan peningkatan kualitas lulusan agar selaras dengan kebutuhan transformasi digital di bidang kesehatan,” ujar Prof. Husni Teja Sukmana. Beliau juga menekankan pentingnya pemerataan manfaat keanggotaan APTIKOM agar seluruh dosen, termasuk yang berada di berbagai daerah, memperoleh akses informasi dan kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam berbagai program nasional. Sekjen APTIKOM Dorong Kolaborasi Berkelanjutan Sementara itu, Sekretaris Jenderal APTIKOM, Prof. Adiwijaya, menyampaikan bahwa forum ini menjadi titik awal bagi lahirnya kolaborasi yang lebih terstruktur antarp rogram studi. Menurutnya, penguatan komunikasi melalui FORDI akan mempermudah penyusunan program bersama, pertukaran praktik baik, hingga penyelarasan kebijakan akademik yang relevan dengan kebutuhan industri dan layanan kesehatan. “Kolaborasi tidak boleh berhenti pada pertemuan hari ini. FORDI harus menjadi wadah yang aktif dalam menghasilkan rekomendasi strategis bagi pengembangan pendidikan Informatika Medis dan Informatika Kesehatan di Indonesia,” ungkap Prof. Adiwijaya. Rapat Lanjutan Bahas Kepengurusan hingga Kebijakan Nasional Salah satu hasil penting dari rapat koordinasi ini adalah kesepakatan untuk menyelenggarakan rapat lanjutan khusus FORDI Informatika Medis/Kesehatan. Pertemuan berikutnya akan difokuskan pada pembentukan struktur kepengurusan, penyusunan program kerja, serta perumusan berbagai rekomendasi strategis yang akan menjadi agenda bersama FORDI. Beberapa isu prioritas yang akan ditindaklanjuti dalam rapat lanjutan meliputi: • Finalisasi pembentukan dan struktur organisasi FORDI Informatika Medis/Kesehatan. • Penyusunan program kerja nasional yang melibatkan seluruh program studi anggota. • Pembahasan kesesuaian nomenklatur gelar lulusan Informatika Medis/Informatika Kesehatan. • Penyelarasan posisi lulusan dalam formasi Aparatur Sipil Negara (ASN) agar sesuai dengan kebutuhan instansi pemerintah dan sektor kesehatan. • Pengembangan serta harmonisasi kurikulum yang selaras dengan perkembangan teknologi kesehatan digital, kebutuhan industri, dan kebijakan pendidikan tinggi. • Penguatan jejaring penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta peningkatan kompetensi dosen dan mahasiswa. Masukan Strategis dari Peserta Selain agenda pembentukan FORDI, peserta rapat juga menyampaikan sejumlah masukan kepada APTIKOM untuk meningkatkan manfaat keanggotaan. Di antaranya adalah usulan agar dosen yang terdaftar sebagai anggota APTIKOM memperoleh manfaat berupa peluang akses ke jurnal internasional atau sumber referensi ilmiah melalui skema kerja sama yang dimiliki organisasi. Peserta juga menyoroti pentingnya pemerataan informasi kegiatan APTIKOM hingga ke seluruh daerah. Sebagai contoh, disampaikan bahwa informasi mengenai program Guru Besar APTIKOM Mengabdi belum menjangkau sebagian anggota di Aceh. Masukan tersebut menjadi perhatian agar mekanisme penyebaran informasi melalui koordinator wilayah dan kanal komunikasi resmi dapat diperkuat sehingga seluruh anggota memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti berbagai program APTIKOM. Membangun Masa Depan Informatika Medis Indonesia Melalui rapat koordinasi ini, APTIKOM menegaskan komitmennya untuk terus membangun kolaborasi nasional yang inklusif melalui pembentukan FORDI Informatika Medis/Kesehatan. Kehadiran forum tersebut diharapkan mampu menjadi motor penggerak dalam meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat jejaring akademik, serta menghasilkan lulusan yang siap menghadapi tantangan transformasi digital di sektor kesehatan Indonesia. Dengan semangat “Satu Forum, Satu Visi, Maju Bersama untuk Negeri,” APTIKOM optimistis bahwa sinergi antarperguruan tinggi akan menjadi fondasi penting dalam mempercepat pengembangan bidang Informatika Medis dan Informatika Kesehatan di tingkat nasional.

Kegiatan

17 October 2026 | 10:54 WIB

Pelantikan Rektor Umla: Bendahara Umum PP Muhammadiyah Dorong UMLA Perkuat Keuangan dan Mutu Akademik

Admin Web UMLA

Admin Web

#Kegiatan

UMAL NEWS - Bendahara Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Dr. Hilman Latief, PhD, menyampaikan tiga hal penting yang perlu menjadi perhatian Universitas Muhammadiyah Lamongan (Umla) dalam mengembangkan perguruan tinggi. Ketiganya meliputi ketahanan keuangan, peningkatan kualitas akademik, serta penguatan sumber daya manusia dan budaya organisasi. Hal tersebut disampaikan dalam sambutannya mewakili Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada pelantikan Prof. Dr. Abdul Aziz Alimul Hidayat, S.Kep., Ns., M.Kes., sebagai Rektor Umla periode 2026–2030, Sabtu (17/10/2026), di Hall Lantai 10 Umla. Prof. Hilman mengawali sambutannya dengan mengucapkan selamat kepada rektor Universitas Muhammadiyah Lamongan yang terpilih beserta seluruh jajaran pimpinan Muhammadiyah di Jawa Timur yang hadir. SekolahMuhammadiyah Mandiri Ia menegaskan bahwa perguruan tinggi Muhammadiyah merupakan bagian penting dari upaya mewujudkan Risalah Islam Berkemajuan, khususnya menjadikan Islam sebagai gerakan ilmu. “Universitas Muhammadiyah Lamongan dan tentu perguruan tinggi Muhammadiyah yang lain merupakan bagian dari upaya kita memperkuat Islam sebagai gerakan ilmu,” ujarnya. Menurut dia, gerakan ilmu menjadi salah satu ciri penting Muhammadiyah yang terus dipupuk selama lebih dari satu abad. Sejarah Muhammadiyah, kata dia, tidak hanya berkaitan dengan kepemimpinan, tetapi juga dengan aktivitas pendidikan dan pelayanan  kesehatan yang dikembangkan persyarikatan. Ketahanan Keuangan untuk Akselerasi Kampus Poin pertama yang ditekankan Prof. Hilman adalah financial resilience atau ketahanan keuangan. Menurut dia, keberhasilan sebuah institusi tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan sumber daya manusia atau besarnya modal, tetapi juga kemampuan bertahan dan berkembang di tengah perubahan situasi regional, nasional, maupun internasional. Ia mencontohkan perjalanan Muhammadiyah yang mampu bertahan lebih dari satu abad karena memiliki daya tahan dalam mengelola sumber daya dan mengembangkan amal usaha. Prof. Hilman juga mendorong pimpinan perguruan tinggi agar berani mempertimbangkan strategi pembiayaan untuk mempercepat pengembangan institusi, termasuk melalui pinjaman perbankan yang direncanakan secara matang. Menurut dia, pembiayaan dapat menjadi instrumen akselerasi apabila didasarkan pada perhitungan yang cermat, tata kelola yang baik, serta prinsip transparansi dan kehati-hatian. “Yang penting bukan sekadar utangnya, tetapi bagaimana modal itu digunakan untuk mempercepat kemajuan,” jelasnya. Ia menambahkan, Muhammadiyah memiliki peluang untuk semakin berperan dalam ekosistem keuangan nasional, khususnya dalam pengembangan ekonomi syariah. Karena itu, pengelolaan keuangan perguruan tinggi perlu dilakukan secara profesional dan bertanggung jawab. Memperkuat Mutu Akademik dan Kerja Sama Internasional Poin kedua adalah peningkatan kualitas akademik. Prof. Hilman mengapresiasi perkembangan Umla dan langkah rektor dalam mendorong kerja sama pendidikan internasional. Ia mencontohkan peluang kolaborasi dengan perguruan tinggi dan institusi kesehatan di Arab Saudi. Menurut dia, perkembangan pendidikan tinggi di negara tersebut membuka kesempatan luas bagi perguruan tinggi Indonesia untuk membangun kerja sama akademik, termasuk di bidang kesehatan, ilmu sosial, dan teknik. Prof. Hilman menceritakan pengalamannya memfasilitasi pengiriman mahasiswa Indonesia untuk belajar di Arab Saudi melalui program yang didukung perguruan tinggi setempat. Kaderisasi dan Budaya Organisasi Poin ketiga yang disampaikan Prof. Hilman adalah penguatan sumber daya manusia dan budaya organisasi. Ia mengingatkan bahwa keberlanjutan amal usaha Muhammadiyah tidak dapat dilepaskan dari proses kaderisasi yang berkesinambungan. Ia menekankan pentingnya menghargai para pendahulu yang telah merintis dan membangun institusi hingga berkembang seperti sekarang. “Sebagai seorang pimpinan, sebaik-baiknya adalah orang yang bisa mengerti dan menghargai pendahulunya. Jangan lupakan para pendiri yang telah babat alas,” pesannya. Menurut Prof. Hilman, perjalanan amal usaha Muhammadiyah melibatkan berbagai generasi. Ada generasi perintis yang berjuang dengan segala keterbatasan, generasi pengembang yang melanjutkan perjuangan, hingga generasi penerus yang menikmati hasil kerja keras para pendahulunya. Karena itu, setiap generasi perlu memahami sejarah perjuangan institusi agar semangat pengabdian tetap terjaga. Ia juga mengingatkan pentingnya tata kelola organisasi yang baik. Menurut dia, persoalan dalam institusi dapat muncul apabila prinsip good governance tidak dijalankan secara konsisten. Prof. Hilman mengusulkan agar perguruan tinggi Muhammadiyah memperkuat tradisi penyusunan memori jabatan atau dokumentasi serah terima kepemimpinan. Dengan demikian, pergantian pimpinan dapat berlangsung secara elegan, terencana, dan tetap menjaga kesinambungan program. “Ketika serah terima jabatan berakhir, perlu ada memori jabatan. Ini penting untuk menjaga kontinuitas,” ungkapnya. Ia berharap kepemimpinan baru Umla mampu melanjutkan perjuangan para pendahulu sekaligus membawa kampus semakin maju melalui penguatan keuangan, peningkatan kualitas akademik, dan kaderisasi yang berkelanjutan. Prof. Hilman kembali mengucapkan selamat kepada Prof. Abdul Aziz Alimul Hidayat atas amanah sebagai Rektor Umla periode 2026–2030. Ia berharap kepemimpinan baru tersebut dapat memperkuat peran Umla dalam memajukan pendidikan tinggi Muhammadiyah dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Kegiatan

17 October 2026 | 10:51 WIB

Prof. Sukadiono dalam Pelantikan Rektor Umla: UMLA Harus Berani Melangkah, Bergerak Cepat, dan Bekerja Keras

Admin Web UMLA

Admin Web

#Kegiatan

UMLA NEWS - Prof. Dr. Abdul Aziz Alimul Hidayar, S.Kep., Ns., M,Kes, kembali dilantik sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah Lamongan (Umla) untuk periode kedua masa bakti 2026–2030, Sabtu (17/10/2026). Pelantikan dan pengucapan sumpah jabatan Rektor Umla berlangsung di Convention Hall KH Hisyam, lantai 10 Gedung F Universitas Muhammadiyah Lamongan. Pelantikan dilakukan oleh Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Thobroni, M.Si. Pelantikan ini menandai kelanjutan kepemimpinan Prof. Dr. Abdul Aziz Alimul Hidayar, S.Kep., Ns., M,Kes,  dalam membawa Umla menghadapi tantangan pendidikan tinggi 4 tahun ke depan, 2026–2030. Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah tokoh Muhammadiyah dan pejabat daerah, di antaranya Bendahara Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. Hilman Latif, MA., Ph.D, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim Prof. Dr. dr. Sukadiono, Ketua Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII Jawa Timur Prof. Dr. Dyah Sawitri, S.E., M.M serta Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan Dr. Shodiqin, M.Pd. Turut menyaksikan prosesi pelantikan rektor Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG), Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura), Universitas Muhammadiyah Sidoarja (Umsida), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember). Dari jajaran pemeritah kabupaten Lamongan, Bupati Dr. H. Yuhronur Efendi, M.B.A., M.Ek, Wakil Bupati Dirham Akbar Aksara, S.T., B.Eng., M.Sc. beserta Forkompinda. Tiga Pesan Ketua PWM Jatim Tiga pesan Ketua PWM Jawa Timur Prof. Sukadiono disampaikan ketika memberikan sambutan. Tiga pesan bagi kepemimpinan Umla, yakni berani, melakukan akselerasi, dan bekerja keras. Pesan pertama adalah keberanian. Menurutnya, pemimpin harus berani mengambil langkah untuk mengembangkan institusi, termasuk keberanian mengambil keputusan strategis dalam pembiayaan dan pengembangan perguruan tinggi. Pesan kedua adalah akselerasi. Umla perlu bergerak lebih cepat dalam melakukan perubahan, inovasi dan kreatif demi mewujudkan program-program pengembangan agar mampu menghadapi persaingan dan perubahan dunia pendidikan tinggi. Pesan ketiga adalah kerja keras. Pengembangan perguruan tinggi membutuhkan kesungguhan, konsistensi, dan ikhtiar yang terus-menerus. Sambil mengutip surah Al-Ankabut ayat 69, Prof Sukadiono menyampaikan, orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, Kami akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sungguh, Allah beserta orang-orang yang berbuat baik.” Prof. Sukadiono menjelaskan orang-orang yang berjihad sebagai perspektif kerja keras, lantas akan menujukan jalan-jalan kesuksesan.

Kegiatan

17 October 2026 | 10:49 WIB

Prof. Abdul Aziz Kembali Pimpin UMLA Periode 2026–2030, Percepat Transformasi Kampus

Admin Web UMLA

Admin Web

#Kegiatan

UMLA NEWS - Prof. Dr. Abdul Aziz Alimul Hidayat, S.Kep., Ns., M.Kes., kembali dipercaya memimpin Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) untuk periode kedua, masa pengabdian 2026–2030. Pelantikan berlangsung pada Sabtu (17/10/2026) pagi di Hall Lantai 10 Gedung Universitas Muhammadiyah Lamongan. Prosesi pelantikan dilakukan oleh Prof. Dr. H. Tobroni, M.Si., yang mewakili Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pelantikan tersebut dihadiri Prof. Hilman Latief dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur Prof. Dr. dr. Sukadiono, M.M., Sekretaris PWM Jawa Timur Prof. Biyanto, serta sejumlah Wakil Ketua PWM Jawa Timur, yakni Ir. Tamhid Masyudi, Dr. Hidayatulloh, dan Dr. M. Sholihin Fanani. Hadir pula Bupati Lamongan Yuhronur Efendi beserta wakilnya. Pelantikan ini menjadi momentum penting bagi UMLA untuk melanjutkan capaian institusi sekaligus mempercepat transformasi menuju perguruan tinggi yang unggul, berkelanjutan, dan berdaya saing global. Paparkan Capaian Kinerja UMLA Dalam sambutannya, Prof. Abdul Aziz memaparkan berbagai capaian kinerja UMLA, mulai dari pengembangan sumber daya manusia, perkembangan mahasiswa dan alumni, peningkatan infrastruktur pendukung pembelajaran, peningkatan signifikan jumlah aset universitas, hingga penguatan tata kelola kelembagaan. Berbagai capaian tersebut menjadi fondasi bagi UMLA untuk melangkah lebih jauh dalam menghadapi dinamika pendidikan tinggi yang semakin kompetitif. Keberlanjutan pengembangan universitas membutuhkan kepemimpinan visioner, sumber daya manusia unggul, inovasi berkelanjutan, serta kolaborasi yang semakin luas. Kepemimpinan yang Melahirkan Pemimpin Masa Depan Salah satu pesan penting yang disampaikan Prof. Abdul Aziz adalah tentang makna kepemimpinan dan keberlanjutan regenerasi. Baginya, keberhasilan seorang pemimpin tidak hanya diukur dari capaian selama masa jabatan, tetapi juga dari kemampuannya menyiapkan generasi penerus yang lebih unggul. “Saya tidak ingin menjadi pemimpin yang sulit digantikan. Saya ingin menjadi pemimpin yang berhasil melahirkan pemimpin-pemimpin hebat, yang lebih visioner dan lebih berkemajuan. Karena masa depan UMLA bukan semata-mata terletak pada siapa yang memimpin hari ini, melainkan pada siapa yang kita siapkan untuk menjadi pemimpin esok hari.” Pesan tersebut menegaskan pentingnya membangun budaya kepemimpinan yang berorientasi pada kaderisasi, pengembangan talenta, dan keberlanjutan organisasi. Regenerasi bukan sekadar proses pergantian kepemimpinan, melainkan upaya menyiapkan generasi yang mampu melanjutkan sekaligus meningkatkan capaian institusi. Penguatan SDM dan Jejaring Alumni Penguatan sumber daya manusia menjadi salah satu prioritas utama UMLA selama periode 2026–2030. Strategi ini dilakukan melalui akselerasi kompetensi dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa, termasuk peningkatan kualifikasi akademik dosen melalui program doktoral. UMLA juga akan memperluas kolaborasi dengan perguruan tinggi, lembaga penelitian, dunia usaha, dan industri, baik di tingkat nasional maupun internasional. Penguatan jejaring alumni di dalam dan luar negeri menjadi bagian penting untuk mendukung pengembangan karier lulusan, membuka peluang kemitraan, memperluas kolaborasi global, serta meningkatkan reputasi universitas. Melalui langkah tersebut, UMLA berupaya membangun ekosistem sumber daya manusia yang unggul secara akademik, memiliki karakter kepemimpinan, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Visi 2030: From Good University to Global & Smart University Memasuki periode 2026–2030, UMLA menghadapi tantangan perubahan global, disrupsi teknologi, kebutuhan kompetensi masa depan, dan meningkatnya tuntutan kualitas pendidikan tinggi. Persaingan antarperguruan tinggi juga semakin ketat, baik dalam menarik minat mahasiswa maupun membangun kolaborasi internasional. Untuk menjawab tantangan tersebut, UMLA menetapkan visi menjadi Global & Smart University yang unggul, berkelanjutan, dan berkontribusi pada Indonesia Emas 2045 berdasarkan nilai-nilai dan Kemuhammadiyahan. Visi ini bertumpu pada tiga nilai utama, yaitu keunggulan dan daya saing global, pengembangan Smart University, serta penguatan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK). Melalui transformasi From Good University to Global & Smart University, UMLA berupaya meningkatkan kualitas akademik, mengintegrasikan teknologi digital dalam pengelolaan kampus, memperluas jejaring internasional, serta memperkuat karakter sivitas akademika. Arah pengembangan ini sekaligus menjadi bagian dari kontribusi UMLA dalam menyiapkan generasi unggul, inovatif, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045. Enam Pilar Program Prioritas UMLA 2026–2030 Untuk mewujudkan visi tersebut, UMLA menetapkan enam pilar program prioritas sebagai arah transformasi universitas. 1. Penguatan Sumber Daya Manusia Unggul Akselerasi kompetensi dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa melalui pengembangan studi doktoral, manajemen talenta, penguatan kepemimpinan, serta perluasan kolaborasi dan jejaring alumni di dalam maupun luar negeri. 2. Akademik dan Kurikulum Global Penguatan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), internasionalisasi program studi, kolaborasi akademik global, serta pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. 3. Riset, Inovasi, dan Hilirisasi Pengembangan ekosistem riset, peningkatan publikasi ilmiah, hilirisasi hasil penelitian, serta kolaborasi dengan dunia usaha dan industri untuk menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat. 4. Digitalisasi dan Smart Campus Integrasi sistem informasi, pemanfaatan AI dan big data, digitalisasi layanan akademik dan nonakademik, serta pengembangan infrastruktur digital untuk mewujudkan kampus cerdas. 5. Sustainability Kampus Pengembangan green campus, efisiensi energi, pengelolaan lingkungan berkelanjutan, kampus yang inklusif dan aman, serta tata kelola transparan yang mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). 6. Penguatan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan Integrasi nilai-nilai AIK dalam pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan tata kelola untuk membentuk sivitas akademika yang berakhlak mulia, berkemajuan, serta bermanfaat bagi masyarakat. *Memperkuat Sinergi untuk Masa Depan UMLA* Pelantikan kembali Prof. Abdul Aziz Alimul Hidayat sebagai Rektor UMLA periode 2026–2030 menjadi momentum untuk memperkuat kesinambungan kepemimpinan, meningkatkan kualitas kelembagaan, dan mempercepat pelaksanaan agenda strategis universitas. Keberhasilan agenda tersebut membutuhkan komitmen seluruh sivitas akademika, dukungan Persyarikatan Muhammadiyah, serta kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, industri, alumni, dan mitra internasional. Dengan berlandaskan capaian yang telah diraih dan didukung enam pilar program prioritas, UMLA bertekad memperkuat mutu pendidikan, mengembangkan riset dan inovasi, memperluas jejaring global, serta membangun institusi yang berkelanjutan. Melalui visi Global & Smart University 2030, UMLA meneguhkan komitmennya untuk menjadi perguruan tinggi yang unggul, berkemajuan, berlandaskan nilai-nilai Kemuhammadiyahan, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Kegiatan

14 October 2026 | 17:10 WIB

UMLA dan JTV Jajaki Kolaborasi Strategis untuk Perluas Magang dan Publikasi Karya Akademik

Admin Lesikom

Admin Web

#Kegiatan

Surabaya, Rabu, 14 Oktober 2026 — Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) menjajaki kerja sama dengan JTV untuk memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan industri media. Kolaborasi ini diharapkan membuka kesempatan magang bagi mahasiswa sekaligus memperluas publikasi karya akademik dan kreatif kepada masyarakat. Dalam pertemuan tersebut, Pak Aris menyampaikan bahwa JTV merupakan mitra potensial karena memiliki pengalaman dan profesionalisme di industri penyiaran. Melalui kemitraan ini, mahasiswa UMLA diharapkan memperoleh kesempatan untuk magang dan merasakan langsung dinamika dunia kerja media. Kerja sama yang dijajaki tidak hanya mencakup program magang. Pak Aris berharap kolaborasi dapat berkembang dengan melibatkan dosen, mahasiswa, dan JTV dalam produksi karya, penelitian, pengembangan konten, serta kegiatan akademik dan profesional lainnya. Mahasiswa diharapkan mampu menerapkan pengetahuan perkuliahan, mengembangkan keterampilan, dan memahami kebutuhan industri. Sementara itu, dosen dan JTV berpeluang bekerja sama dalam mengembangkan penelitian serta konten yang relevan bagi masyarakat. Pihak JTV menyambut baik rencana tersebut dan menyatakan kesediaan menerima mahasiswa UMLA untuk program magang. JTV juga membuka peluang publikasi bagi karya kreatif mahasiswa dan hasil penelitian dosen melalui platform serta jaringan medianya. Publikasi melalui media diharapkan membantu hasil penelitian kampus menjangkau khalayak yang lebih luas, tidak hanya kalangan akademisi. Informasi dan inovasi yang dihasilkan di perguruan tinggi juga berpeluang disampaikan dengan cara yang lebih mudah dipahami dan bermanfaat bagi masyarakat. Hadir dalam pertemuan penjajakan tersebut Pak Aris, Pak Suyitno, Pak Andrianto, Pak Nashiruddin, Pak Damis, dan Bagus. Pertemuan ini diharapkan menjadi awal kemitraan berkelanjutan yang mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa, produktivitas penelitian dosen, dan publikasi karya inovatif. Melalui sinergi dengan industri media, UMLA berharap pelaksanaan tridarma perguruan tinggi semakin berdampak. Pendidikan, penelitian, dan inovasi diharapkan tidak hanya berkembang di lingkungan kampus, tetapi juga hadir dan memberi manfaat bagi masyarakat luas. penulis : Bagus Editor : Bait

Kegiatan

12 October 2026 | 09:04 WIB

Opening Milad UMLA ke-8: Rektor Tekankan Perubahan yang Lebih Baik dari Tahun ke Tahun

Admin Web UMLA

Admin Web

#Kegiatan

UMLA NEWS – Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) mengawali rangkaian peringatan Milad ke-8 melalui kegiatan Opening Milad yang menjadi momentum refleksi perjalanan institusi sekaligus penguatan komitmen untuk terus berkembang menjadi perguruan tinggi yang lebih baik dari tahun ke tahun (12/10/2026). Dalam momentum tersebut, Rektor UMLA, Prof. Dr. Abdul Aziz Alimul Hidayat, S.Kep., Ns., M.Kes., menekankan pentingnya perubahan yang berkelanjutan dalam perjalanan UMLA. Peringatan milad tidak hanya menjadi ajang untuk mengenang pencapaian yang telah diraih, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengevaluasi berbagai hal yang perlu ditingkatkan demi kemajuan institusi. Perubahan menuju arah yang lebih baik memerlukan komitmen bersama dari seluruh sivitas akademika. Hal ini mencakup peningkatan kualitas pendidikan, penguatan budaya akademik, pengembangan inovasi, serta peningkatan mutu pelayanan kepada mahasiswa dan masyarakat. Memasuki usia ke-8, UMLA diharapkan mampu menjadikan setiap tahun sebagai tahapan untuk bertumbuh, berbenah, dan menghadirkan kontribusi yang semakin luas. Kemajuan perguruan tinggi tidak hanya diukur dari perkembangan sarana dan prasarana, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusia, prestasi mahasiswa, produktivitas dosen, serta manfaat nyata yang dirasakan masyarakat. Opening Milad ke-8 juga menjadi pengingat bahwa keberhasilan UMLA merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen kampus. Sinergi antara pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, dan mitra menjadi bagian penting dalam mewujudkan visi pengembangan universitas. Melalui peringatan Milad ke-8 ini, UMLA meneguhkan semangat untuk terus melakukan perbaikan, memperkuat kualitas, dan menjawab tantangan pendidikan tinggi yang semakin dinamis. Semangat perubahan diharapkan tidak berhenti pada seremoni peringatan milad, tetapi diwujudkan melalui langkah nyata dalam kehidupan akademik dan pelayanan kepada masyarakat. Dengan semangat bertumbuh dan bertransformasi, Milad ke-8 UMLA menjadi momentum untuk melangkah menuju masa depan yang lebih baik, menghadirkan inovasi, serta memperkuat peran universitas dalam mencetak generasi unggul yang berkemajuan.

Moto Universitas Muhammadiyah Lamongan

Inovatif, Profesional dan Islami

Untuk membangun karakter lulusan yang unggul Universitas Muhammadiyah Lamongan berpatokan kepada 3 point penting dalam pembentukan karakter manusia yang menjadi solusi di era modern.

Inovatif

Menjadi pribadi kreatif dan solutif! Mampu menciptakan atau menerapkan hal-hal baru secara kreatif dan efektif untuk menjawab tantangan zaman dan menciptakan masa depan yang lebih baik.

Profesional

Unggul dalam kompetensi, berintegritas tinggi! Memiliki pengetahuan, keterampilan, etika kerja, dan sikap yang sesuai dengan standar bidang tertentu siap bersaing di dunia nyata dan menjadi teladan di lingkungan kerja.

Islami

Berkarakter mulia, berlandaskan nilai-nilai Islam! Berpijak pada ajaran, nilai, dan prinsip Islam dalam berpikir, bersikap, dan bertindak menjadi insan yang rahmatan lil ‘alamin.

Menjadi Tempat Berkembang Dan Berkreasi

Bersama Universitas Muhammadiyah Lamongan

Tunggu apalagi ? Ayo bergabung menjadi keluarga besar Universitas Muhammadiyah Lamongan