Berita Terkini

Seputar Universitas Muhammadiyah Lamongan

Kegiatan

05 September 2026 | 08:43 WIB

Mastama UMLA 2026 Diwarnai Bakti Sosial, 3.168 Kg Beras dan 1.014 Liter Minyak Disalurkan

Admin Web UMLA

Admin Web

#Kegiatan

UMLA NEWS - Rangkaian Masa Ta’aruf Mahasiswa (Mastama) Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) tahun 2026 tidak hanya menjadi momentum pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru. Kegiatan tersebut juga diisi dengan aksi kepedulian sosial melalui bakti sosial dengan menyalurkan bantuan bahan kebutuhan pokok kepada sejumlah lembaga sosial dan panti asuhan di Lamongan. Dalam kegiatan tersebut, panitia Mastama UMLA 2026 menyalurkan sebanyak 3.168 kilogram beras dan 1.014 liter minyak. Bantuan tersebut disebar ke 13 lembaga yang terdiri atas pondok pesantren, panti asuhan, serta Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) di wilayah Lamongan dan sekitarnya. Sebanyak 13 penerima bantuan tersebut meliputi Ponpes Al Mizan Muhammadiyah Lamongan, Panti Asuhan Ar-Rasyid Lamongan, Panti Asuhan YKSUWI Lamongan, Yayasan Sumber Pendidikan Mental Agama Allah, LKSA Muhammadiyah Turi, LKSA Nurul Huda Muhammadiyah Brangsi, LKSA Al-Furqon Laren, Panti Asuhan Putra Muhammadiyah Babat, Panti Asuhan Putri Aisyiyah Babat, LKSA Sugio Lamongan, LKSA Al Muhajir Kedungpring Lamongan, Pondok Keci Muhammadiyah Kedungpring, serta LKSA Al-Ma’un Lamongan. Perwakilan panitia penyelenggara Mastama UMLA 2026, Soni Purnomo, mengatakan bakti sosial menjadi bagian penting dalam rangkaian Mastama karena mahasiswa baru tidak hanya dikenalkan dengan kehidupan akademik, tetapi juga diajak untuk memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial. “Bakti sosial ini menjadi bentuk nyata bahwa Mastama bukan sekadar kegiatan penyambutan mahasiswa baru. Kami ingin sejak awal mahasiswa memahami bahwa menjadi bagian dari UMLA juga berarti belajar berbagi, peduli, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Soni. Menurut Soni, bantuan yang diberikan memang tidak hanya diukur dari jumlah barang yang disalurkan, tetapi juga dari nilai kepedulian yang dibangun melalui kegiatan tersebut. Semangat gotong royong diharapkan dapat menjadi pengalaman awal bagi mahasiswa baru dalam memahami pentingnya kontribusi sosial. “Kami berharap bantuan berupa 3.168 kilogram beras dan 1.014 liter minyak ini dapat memberikan manfaat bagi para penerima. Lebih dari itu, kami ingin menanamkan pesan kepada mahasiswa baru bahwa ilmu dan potensi yang mereka miliki nantinya harus mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat,” tambahnya. Kegiatan bakti sosial tersebut sekaligus memperkuat semangat Connect, Grow, Impact yang menjadi tema Mastama UMLA 2026. Mahasiswa baru diajak membangun koneksi, menumbuhkan potensi, dan pada akhirnya menciptakan dampak nyata di tengah masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, UMLA berharap nilai kepedulian, solidaritas, dan semangat berbagi dapat tumbuh sejak mahasiswa mengawali perjalanan pendidikan di perguruan tinggi. Mastama pun menjadi lebih dari sekadar masa pengenalan kampus, tetapi juga ruang pembentukan karakter mahasiswa yang memiliki kepedulian sosial dan semangat untuk memberikan manfaat.

Kegiatan

03 September 2026 | 08:45 WIB

Dari UMLA untuk NTT, Donasi Rp12,72 Juta Disalurkan melalui Lazismu Umla pada Momen Mastama 2026

Admin Web UMLA

Admin Web

#Kegiatan

UMLA NEWS - Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui penyaluran donasi kemanusiaan. Bantuan tersebut disalurkan melalui Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) UMLA dengan total donasi sebesar Rp12.720.000. Penyerahan bantuan secara simbolis dilaksanakan bersamaan dengan pembukaan Masa Ta’aruf Mahasiswa (Mastama) UMLA 2026 di Dome Universitas Muhammadiyah Lamongan, Senin (31/8/2026). Momentum tersebut menjadi bagian dari upaya UMLA menanamkan nilai kepedulian sosial kepada mahasiswa baru sejak awal mereka memasuki lingkungan perguruan tinggi. Kepala Lazismu UMLA, Ustadz Teguh Hadi Wibowo, mengatakan donasi tersebut merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas keluarga besar UMLA terhadap masyarakat NTT yang membutuhkan dukungan. “Donasi ini merupakan wujud kepedulian keluarga besar UMLA kepada saudara-saudara kita di NTT. Kami berharap bantuan yang disalurkan melalui Lazismu ini dapat memberikan manfaat dan sedikit meringankan beban masyarakat yang sedang menghadapi kondisi sulit,” ujar Teguh. Menurutnya, kepedulian sosial merupakan bagian penting dari pendidikan karakter mahasiswa. Karena itu, momentum Mastama tidak hanya menjadi ruang untuk memperkenalkan lingkungan akademik kepada mahasiswa baru, tetapi juga menjadi sarana menanamkan nilai kemanusiaan dan semangat berbagi. “Mahasiswa tidak cukup hanya memiliki kemampuan akademik. Mereka juga perlu memiliki kepekaan sosial, kepedulian terhadap sesama, dan kemauan untuk hadir memberikan manfaat bagi masyarakat,” tambahnya. Penyaluran donasi melalui Lazismu UMLA sekaligus memperkuat komitmen kampus dalam mengembangkan gerakan filantropi dan kepedulian sosial di lingkungan sivitas akademika. Donasi yang terkumpul merupakan bentuk gotong royong dari keluarga besar UMLA untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Bagi UMLA, kepedulian tersebut sejalan dengan semangat “Connect, Grow, Impact” yang diusung dalam Mastama 2026. Mahasiswa baru tidak hanya diajak membangun koneksi dan menumbuhkan potensi, tetapi juga diarahkan agar mampu menciptakan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, UMLA berharap semangat berbagi dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh di kalangan mahasiswa. Nilai tersebut diharapkan menjadi bagian dari perjalanan mahasiswa selama menempuh pendidikan hingga kelak berkontribusi di tengah masyarakat.

Kegiatan

03 September 2026 | 08:42 WIB

MASTAMA UMLA 2026 Resmi Ditutup, Mahasiswa Baru Didorong Terus Tumbuh dan Berkontribusi

Admin Web UMLA

Admin Web

#Kegiatan

UMLA NEWS - Rangkaian Masa Ta’aruf Mahasiswa (MASTAMA) Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) tahun 2026 resmi ditutup pada Kamis (3/9/2026). Penutupan menjadi penanda berakhirnya rangkaian kegiatan penyambutan mahasiswa baru sekaligus awal perjalanan mereka sebagai bagian dari keluarga besar UMLA. Kegiatan penutupan berlangsung meriah dan diikuti mahasiswa baru dengan penuh antusias. Setelah mengikuti berbagai rangkaian MASTAMA selama beberapa hari, mahasiswa baru diharapkan semakin mengenal lingkungan kampus, nilai-nilai keislaman, kehidupan akademik, serta berbagai potensi yang dapat dikembangkan selama menempuh pendidikan di UMLA. Dalam sambutannya yang mewakili Rektor UMLA, Wakil Rektor III UMLA, Dr. H. Alifin, menyampaikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa baru, panitia, serta sivitas akademika yang telah menyukseskan rangkaian MASTAMA 2026. Ia mengingatkan mahasiswa baru agar menjadikan MASTAMA bukan sebagai akhir dari proses pengenalan kampus, melainkan sebagai langkah awal untuk terus belajar, berkembang, dan memberikan kontribusi. Mengutip QS Al-Isra ayat 127, Dr. H. Alifin menekankan pentingnya menjadikan proses pendidikan sebagai jalan untuk meningkatkan kualitas diri dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. “Allah SWT berfirman dalam QS Al-Isra ayat 127, ‘Dan bersabarlah kamu, dan kesabaranmu itu semata-mata dengan pertolongan Allah.’ Ayat ini mengajarkan kepada kita bahwa dalam perjalanan menuntut ilmu, mahasiswa membutuhkan kesabaran, ketekunan, dan pertolongan Allah. Karena itu, jangan pernah berhenti belajar dan jangan mudah menyerah ketika menghadapi tantangan,” ujar Dr. H. Alifin. Menurutnya, kehidupan mahasiswa akan menghadirkan berbagai tantangan, baik dalam bidang akademik, organisasi maupun kehidupan sosial. Karena itu, mahasiswa perlu membangun karakter yang kuat, mampu beradaptasi, serta memiliki semangat untuk terus berkembang. “MASTAMA telah selesai, tetapi perjalanan kalian baru saja dimulai. Jadikan UMLA sebagai tempat untuk tumbuh, mengembangkan potensi, membangun relasi, dan menciptakan karya. Kami berharap mahasiswa baru mampu menjadi generasi yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak dan mampu memberikan dampak bagi masyarakat,” lanjutnya. Penutupan MASTAMA juga menjadi momentum bagi mahasiswa baru untuk merefleksikan berbagai pengalaman yang telah diperoleh selama mengikuti rangkaian kegiatan. Mulai dari pengenalan universitas, fakultas dan program studi, organisasi mahasiswa, kegiatan akademik, hingga rangkaian kegiatan spiritual dan kreativitas. Berbagai kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan gambaran mengenai kehidupan mahasiswa sekaligus membantu mahasiswa baru beradaptasi dengan lingkungan perguruan tinggi. Dengan berakhirnya rangkaian MASTAMA, mahasiswa baru secara resmi memasuki fase baru sebagai mahasiswa UMLA. Mereka diharapkan mampu membawa semangat yang diperoleh selama MASTAMA ke dalam kehidupan akademik dan kemahasiswaan. Penutupan MASTAMA bukan menjadi akhir dari proses, melainkan menjadi titik awal perjalanan mahasiswa untuk belajar, bertumbuh, berkarya, dan memberikan dampak bagi kampus, masyarakat, serta bangsa.

Kegiatan

03 September 2026 | 08:39 WIB

Tahajud Berjamaah Jadi Rangkaian Spiritual MASTAMA UMLA 2026

Admin Web UMLA

Admin Web

#Kegiatan

UMLA NEWS - Rangkaian Masa Ta’aruf Mahasiswa (MASTAMA) Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) tahun 2026 tidak hanya diisi dengan pengenalan lingkungan kampus dan kehidupan akademik. Mahasiswa baru juga diajak membangun kedekatan spiritual melalui salat tahajud berjamaah di Masjid Ki Bagus Hadikusumo UMLA, Kamis (3/9/2026) pukul 03.00 WIB. Meski berlangsung pada dini hari, mahasiswa baru tampak mengikuti kegiatan dengan penuh khidmat. Salat tahajud berjamaah menjadi salah satu rangkaian spiritual MASTAMA yang dirancang untuk menanamkan nilai-nilai keislaman sekaligus membangun kebiasaan positif sejak mahasiswa mengawali kehidupan akademiknya di UMLA. Salah satu Dosen Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) UMLA, Ust. Teguh, mengatakan kegiatan tahajud tidak sekadar menjadi aktivitas ibadah, tetapi juga menjadi momentum bagi mahasiswa baru untuk membangun kedekatan dengan Allah SWT di tengah perjalanan mereka menuntut ilmu. “Tahajud ini bukan hanya tentang bangun pada pukul tiga pagi, tetapi bagaimana mahasiswa belajar melatih kedisiplinan, keikhlasan, dan kedekatan kepada Allah. Mudah-mudahan kebiasaan baik ini bisa terus dibawa selama menjadi mahasiswa di UMLA,” ujar Ust. Teguh. Menurutnya, kehidupan mahasiswa tidak cukup hanya dibangun melalui kemampuan akademik. Nilai spiritual dan karakter juga menjadi fondasi penting agar ilmu yang diperoleh dapat memberikan manfaat bagi diri sendiri maupun masyarakat. “Kita ingin mahasiswa UMLA memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kekuatan spiritual. Karena ilmu yang baik akan semakin bermakna ketika disertai akhlak dan ketakwaan,” tambahnya. Pelaksanaan tahajud berjamaah di Masjid Ki Bagus Hadikusumo juga menjadi ruang untuk mempererat kebersamaan mahasiswa baru. Mereka menjalani ibadah secara bersama-sama, menciptakan suasana yang berbeda dari rangkaian MASTAMA yang berlangsung pada siang hari. Setelah salat, mahasiswa mengikuti doa dan refleksi spiritual. Momentum tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk merenungkan tujuan mereka dalam menempuh pendidikan tinggi sekaligus mempersiapkan diri menghadapi perjalanan akademik di UMLA. Kegiatan ini sekaligus memperkuat pesan bahwa MASTAMA UMLA 2026 bukan sekadar agenda pengenalan kampus. Melalui tema “CONNECT • GROW • IMPACT — Membangun Koneksi, Menumbuhkan Potensi, Menciptakan Dampak”, mahasiswa baru diarahkan untuk membangun koneksi, mengembangkan potensi, serta memberikan dampak positif dengan menjadikan nilai-nilai keislaman sebagai salah satu fondasinya. Dengan suasana Masjid Ki Bagus Hadikusumo yang menjadi pusat kegiatan spiritual tersebut, tahajud berjamaah menjadi salah satu pengalaman awal mahasiswa baru dalam mengenal kehidupan kampus UMLA yang memadukan pendidikan, pengembangan karakter, kebersamaan, dan nilai-nilai keislaman.

Kegiatan

03 September 2026 | 08:38 WIB

Kajian Kitab Fathul Qulub Jadi Rangkaian Spiritual MASTAMA UMLA 2026

Admin Web UMLA

Admin Web

#Kegiatan

UMLA NEWS - Rangkaian Masa Ta’aruf Mahasiswa (MASTAMA) Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) tahun 2026 tidak hanya diisi dengan kegiatan pengenalan kampus dan kehidupan akademik. Penguatan spiritual mahasiswa baru juga menjadi perhatian melalui kajian kitab Fathul Qulub yang digelar di Masjid Ki Bagus Hadikusumo UMLA, Rabu malam (2/9/2026) selepas salat Maghrib sekitar pukul 18.00 WIB. Kajian tersebut menjadi bagian dari rangkaian spiritual MASTAMA yang mengajak mahasiswa baru mengenal lebih dekat nilai-nilai keislaman sekaligus membangun kebiasaan menjadikan masjid sebagai ruang untuk menuntut ilmu. Mahasiswa baru mengikuti kajian dengan penuh perhatian. Suasana Masjid Ki Bagus Hadikusumo yang berlangsung selepas Maghrib memberikan nuansa tersendiri bagi peserta untuk mengikuti kajian keagamaan di tengah rangkaian aktivitas MASTAMA. Dosen Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) UMLA, Ust. Teguh, menyampaikan bahwa kajian kitab menjadi bagian penting dalam membangun karakter mahasiswa. Menurutnya, proses pendidikan di perguruan tinggi tidak hanya bertujuan membentuk kecerdasan intelektual, tetapi juga membangun hati dan akhlak. “Mahasiswa tidak cukup hanya dibekali dengan ilmu dan keterampilan akademik. Mereka juga perlu memiliki bekal spiritual dan akhlak. Melalui kajian seperti ini, kita ingin mahasiswa sejak awal memahami bahwa mencari ilmu merupakan bagian dari ibadah,” ujar Ust. Teguh. Ia menambahkan, keberadaan mahasiswa di masjid diharapkan tidak berhenti selama pelaksanaan MASTAMA saja. Masjid dapat menjadi tempat mahasiswa memperdalam ilmu agama, membangun kebersamaan, sekaligus melakukan refleksi diri selama menjalani kehidupan di perguruan tinggi. “Kami berharap mahasiswa baru tidak hanya mengenal UMLA sebagai tempat belajar, tetapi juga merasakan bahwa kampus ini memiliki lingkungan yang mendorong mereka untuk tumbuh secara utuh, baik secara intelektual, sosial maupun spiritual,” tambahnya. Kajian kitab Fathul Qulub menjadi momentum bagi mahasiswa baru untuk memperoleh pemahaman keislaman sekaligus memperkenalkan tradisi keilmuan Islam di lingkungan UMLA. Pesan-pesan yang disampaikan dalam kajian diharapkan dapat menjadi bekal mahasiswa dalam menjalani kehidupan akademik dan sosial. Melalui kegiatan tersebut, Masjid Ki Bagus Hadikusumo tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi ruang pendidikan, pembinaan karakter, dan penguatan spiritual mahasiswa. Rangkaian MASTAMA UMLA 2026 sendiri mengusung tema “CONNECT • GROW • IMPACT — Membangun Koneksi, Menumbuhkan Potensi, Menciptakan Dampak.” Nilai tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan yang mendorong mahasiswa untuk membangun koneksi, mengembangkan potensi, serta mempersiapkan diri agar mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat. Kajian Fathul Qulub menjadi salah satu bentuk bahwa perjalanan mahasiswa baru di UMLA sejak awal diarahkan tidak hanya untuk mengejar prestasi akademik, tetapi juga membangun karakter, akhlak, dan spiritualitas sebagai fondasi dalam mengamalkan ilmu.

Kegiatan

02 September 2026 | 08:40 WIB

Semarak Pentas Seni MASTAMA UMLA, Tumbuhkan Kreativitas Mahasiswa Baru

Admin Web UMLA

Admin Web

#Kegiatan

UMLA NEWS - Suasana Dome Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) berlangsung semarak saat mahasiswa baru menampilkan beragam kreativitas dalam rangkaian Masa Ta’aruf Mahasiswa (MASTAMA) 2026, Rabu (2/9/2026). Pentas seni menjadi salah satu agenda yang memberikan ruang bagi mahasiswa baru untuk mengekspresikan bakat, kreativitas, sekaligus membangun kepercayaan diri. Beragam penampilan disuguhkan mahasiswa baru dalam kegiatan tersebut. Mulai dari seni musik, tari, hingga pertunjukan kreatif lainnya tampil di hadapan peserta MASTAMA. Antusiasme mahasiswa terlihat dari meriahnya suasana Dome selama kegiatan berlangsung. Koordinator Sie Acara MASTAMA UMLA 2026, M. Cahyo Kriswantoro, M.Tr.Kom., mengatakan pentas seni dirancang sebagai ruang bagi mahasiswa baru untuk menunjukkan potensi sekaligus belajar berkolaborasi. “Pentas seni ini kami hadirkan sebagai ruang bagi mahasiswa baru untuk berani menunjukkan kreativitas dan potensi yang mereka miliki. MASTAMA bukan hanya tentang mengenalkan lingkungan kampus, tetapi juga bagaimana mahasiswa mulai menemukan dan mengembangkan dirinya melalui pengalaman, kolaborasi, dan keberanian untuk tampil,” ujar M. Cahyo Kriswantoro. Menurutnya, pengalaman tampil dalam pentas seni dapat menjadi bagian dari proses mahasiswa dalam membangun rasa percaya diri. Mahasiswa juga belajar bahwa sebuah pertunjukan membutuhkan kerja sama, komunikasi, pembagian peran, serta tanggung jawab dari setiap anggota kelompok. “Harapannya, semangat kreativitas dan keberanian yang muncul dalam pentas seni ini tidak berhenti setelah MASTAMA selesai. Mahasiswa bisa terus mengembangkan potensi mereka melalui berbagai kegiatan kemahasiswaan selama berada di UMLA,” tambahnya. Pentas seni tidak sekadar menjadi hiburan di tengah rangkaian MASTAMA. Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa baru untuk mengenali potensi diri sekaligus membangun relasi dengan mahasiswa lainnya. Setiap kelompok menampilkan karakter dan kreativitas masing-masing. Keberagaman penampilan tersebut menciptakan suasana yang dinamis sekaligus memperlihatkan beragam potensi mahasiswa baru yang akan menjadi bagian dari kehidupan akademik dan kemahasiswaan UMLA. Kegiatan tersebut sejalan dengan tema MASTAMA UMLA 2026, “CONNECT • GROW • IMPACT — Membangun Koneksi, Menumbuhkan Potensi, Menciptakan Dampak.” Melalui pentas seni, mahasiswa diajak membangun koneksi melalui kolaborasi, menumbuhkan potensi melalui kreativitas, serta mempersiapkan diri untuk memberikan dampak positif di lingkungan kampus maupun masyarakat. Semarak pentas seni di Dome UMLA menjadi salah satu warna dalam rangkaian MASTAMA 2026. Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa kehidupan perguruan tinggi tidak hanya berkaitan dengan aktivitas akademik, tetapi juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk berekspresi, berkolaborasi, mengembangkan kreativitas, dan membangun kepercayaan diri. Melalui berbagai rangkaian MASTAMA, UMLA berupaya memberikan pengalaman awal yang positif bagi mahasiswa baru sebelum memasuki perjalanan akademik mereka. Semangat untuk terkoneksi, tumbuh, dan memberikan dampak diharapkan menjadi bekal mahasiswa dalam menjalani kehidupan kampus ke depan.

Moto Universitas Muhammadiyah Lamongan

Inovatif, Profesional dan Islami

Untuk membangun karakter lulusan yang unggul Universitas Muhammadiyah Lamongan berpatokan kepada 3 point penting dalam pembentukan karakter manusia yang menjadi solusi di era modern.

Inovatif

Menjadi pribadi kreatif dan solutif! Mampu menciptakan atau menerapkan hal-hal baru secara kreatif dan efektif untuk menjawab tantangan zaman dan menciptakan masa depan yang lebih baik.

Profesional

Unggul dalam kompetensi, berintegritas tinggi! Memiliki pengetahuan, keterampilan, etika kerja, dan sikap yang sesuai dengan standar bidang tertentu siap bersaing di dunia nyata dan menjadi teladan di lingkungan kerja.

Islami

Berkarakter mulia, berlandaskan nilai-nilai Islam! Berpijak pada ajaran, nilai, dan prinsip Islam dalam berpikir, bersikap, dan bertindak menjadi insan yang rahmatan lil ‘alamin.

Menjadi Tempat Berkembang Dan Berkreasi

Bersama Universitas Muhammadiyah Lamongan

Tunggu apalagi ? Ayo bergabung menjadi keluarga besar Universitas Muhammadiyah Lamongan