Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Muhammadiyah Lamongan (KKN UMLA) Kelompok 04 tenaga kesehatan Desa Kandangsemangkon dalam kegiatan Posyandu Lansia sekaligus pemeriksaan kesehatan gratis & penenalan olahan mengkudu di Dusun Dengok, Desa Kandangsemangkon, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Selasa (21/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00–11.30 WIB tersebut menjadi salah satu program kerja KKN UMLA Kelompok 04 untuk mendukung kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan, melakukan pemeriksaan posyandu lansia secara rutin, serta memanfaatkan potensi lokal yang ada di Desa Kandangsemangkon.

Berawal dari Survei, Mahasiswa Temukan Potensi Mengkudu
Gagasan pemanfaatan buah mengkudu menjadi teh berawal dari survei kondisi Desa Kandangsemangkon yang dilakukan mahasiswa sebelum menyusun program kerja. Dalam survei tersebut, mahasiswa menemukan tanaman mengkudu masih cukup banyak dijumpai di lingkungan masyarakat.
Melihat potensi tersebut, mahasiswa berinisiatif mengolah buah mengkudu menjadi teh sebagai bentuk pemanfaatan produk lokal. Inisiatif tersebut kemudian dikembangkan menjadi edukasi mengenai cara pembuatan teh mengkudu serta pola hidup sehat dalam membantu menjaga dan mengontrol tekanan darah.
Pemeriksaan Kesehatan Berdasarkan Kondisi dan Kebutuhan Masyarakat
Selain menemukan potensi mengkudu, mahasiswa memperoleh informasi dari Bidan Desa Kandangsemangkon, Ibu Bdn. Eva Yulistia Dewi, S.ST. mengenai kondisi sebagian masyarakat lanjut usia. Terdapat lansia yang memiliki tekanan darah tinggi sehingga pemeriksaan kesehatan menjadi salah satu program yang dilakukan.
“Sebagian lansia ada yang tekanan darahnya tinggi. Makanya pemeriksaan tekanan darah penting dilakukan supaya kondisi tekanan darah masyarakat, khususnya lansia, dapat diketahui dan dipantau secara rutin,” ujarnya.
Pemeriksaan kesehatan meliputi tekanan darah, gula darah (GDA), dan asam urat.
Pemeriksaan asam urat ditambahkan berdasarkan permintaan masyarakat saat penyampaian program kerja pada pembukaan KKN di Balai Desa Kandangsemangkon.
“Kalau bisa cek asam urat juga, Mbak,” ujar salah satu warga.
Kolaborasi dengan Tenaga Kesehatan.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa turut membantu pelayanan Posyandu Lansia, seperti mengukur berat badan dan tinggi badan peserta, serta membantu pemeriksaan tekanan darah, gula darah, dan asam urat.
Kolaborasi dengan tenaga kesehatan Desa Kandangsemangkon menjadi bentuk dukungan mahasiswa dalam membantu pelayanan kesehatan sekaligus memberikan edukasi mengenai hipertensi.
Musthofa, S.Kep., Ns., mengapresiasi keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan tersebut. “Kegiatan seperti ini sangat baik karena mahasiswa dapat ikut membantu pelayanan kesehatan sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat tentang hipertensi.
Pemeriksaan tekanan darah, gula darah, dan asam urat juga dapat membantu masyarakat mengetahui kondisi kesehatannya,” ujarnya.
Ia juga menyambut baik pemanfaatan mengkudu sebagai teh karena bahan tersebut cukup mudah ditemukan di lingkungan masyarakat.
“Pemanfaatan mengkudu menjadi teh merupakan edukasi yang menarik bagi masyarakat. Bahan tersebut cukup mudah ditemukan di sekitar, sehingga masyarakat bisa memanfaatkan potensi desa. Namun, bagi masyarakat yang memiliki hipertensi, tetap perlu memperhatikan pola hidup sehat dan mengikuti anjuran tenaga kesehatan,” tambahnya.
Edukasi Hipertensi dan Cara Pembuatan Teh Mengkudu
Kegiatan dilanjutkan dengan penyuluhan mengenai hipertensi dan pemanfaatan buah mengkudu menjadi teh yang disampaikan oleh Diva Eka Setiyawati.
Diva memberikan edukasi mengenai pengertian hipertensi, faktor penyebab, dampak tekanan darah tinggi jika tidak dikendalikan, serta cara menjaga dan mencegah tekanan darah tinggi. Ia juga menjelaskan tahapan pembuatan dan pengolahan buah mengkudu menjadi teh, mulai dari bahan yang digunakan hingga cara penyajiannya.
“Melalui kegiatan ini, kami tidak hanya ingin mengenalkan cara membuat teh mengkudu, tetapi juga memberikan pengetahuan kepada masyarakat mengenai hipertensi, mulai dari penyebab, dampak, hingga dampak tekanan darah jika tidak diatasi. Kami berharap masyarakat dapat lebih peduli terhadap kesehatan dan melakukan pemeriksaan secara rutin,” jelas Diva.
Masyarakat Antusias Mengetahui Manfaat Mengkudu
Kegiatan diikuti oleh 35 masyarakat yang antusias mengikuti pemeriksaan kesehatan, edukasi hipertensi, serta pengenalan dan mencoba olahan teh mengkudu yang disediakan mahasiswa KKN UMLA Kelompok 04.
“Saya baru tahu kalau mengkudu dapat membantu menurunkan tekanan darah. Di sekitar sini juga masih cukup banyak mengkudu, jadi setelah mendapatkan penjelasan ini saya jadi tahu kalau mengkudu bisa dimanfaatkan dan diolah menjadi teh,” ungkap salah satu warga.
Melalui kegiatan tersebut, KKN UMLA Kelompok 04 berharap masyarakat Desa Kandangsemangkon semakin peduli terhadap kesehatan, rutin mengikuti Posyandu Lansia dan pemeriksaan kesehatan, serta mampu memanfaatkan potensi lokal seperti mengkudu menjadi produk olahan.
Kegiatan berlangsung lancar dan mendapat respons positif dari masyarakat sebagai bentuk kontribusi KKN UMLA Kelompok 04 dalam mendukung pelayanan kesehatan sekaligus mengenalkan potensi lokal Desa Kandangsemangkon.
Penulis : Risna Prilliya
Editor : Bait