Berita Terkini

Seputar Universitas Muhammadiyah Lamongan

Kegiatan

11 August 2026 | 15:00 WIB

Kolaborasi dengan Tenaga Kesehatan, KKN UMLA Kelompok 04 Gelar Pemeriksaan Gratis dan Kenalkan Olahan Teh Mengkudu di Desa Kandangsemangkon, Kec Paciran, Kab Lamongan.

Admin Lesikom

Admin Web

#Kegiatan

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Muhammadiyah Lamongan (KKN UMLA) Kelompok 04 tenaga kesehatan Desa Kandangsemangkon dalam kegiatan Posyandu Lansia sekaligus pemeriksaan kesehatan gratis & penenalan olahan mengkudu di Dusun Dengok, Desa Kandangsemangkon, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Selasa (21/7/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00–11.30 WIB tersebut menjadi salah satu program kerja KKN UMLA Kelompok 04 untuk mendukung kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan, melakukan pemeriksaan posyandu lansia secara rutin, serta memanfaatkan potensi lokal yang ada di Desa Kandangsemangkon. ![](https://umla.ac.id/storage/6kgQm7dcmhBtyidx1zHZSH1gogB3RjWCC2dwdDnZ.jpg) Berawal dari Survei, Mahasiswa Temukan Potensi Mengkudu Gagasan pemanfaatan buah mengkudu menjadi teh berawal dari survei kondisi Desa Kandangsemangkon yang dilakukan mahasiswa sebelum menyusun program kerja. Dalam survei tersebut, mahasiswa menemukan tanaman mengkudu masih cukup banyak dijumpai di lingkungan masyarakat. Melihat potensi tersebut, mahasiswa berinisiatif mengolah buah mengkudu menjadi teh sebagai bentuk pemanfaatan produk lokal. Inisiatif tersebut kemudian dikembangkan menjadi edukasi mengenai cara pembuatan teh mengkudu serta pola hidup sehat dalam membantu menjaga dan mengontrol tekanan darah. Pemeriksaan Kesehatan Berdasarkan Kondisi dan Kebutuhan Masyarakat Selain menemukan potensi mengkudu, mahasiswa memperoleh informasi dari Bidan Desa Kandangsemangkon, Ibu Bdn. Eva Yulistia Dewi, S.ST. mengenai kondisi sebagian masyarakat lanjut usia. Terdapat lansia yang memiliki tekanan darah tinggi sehingga pemeriksaan kesehatan menjadi salah satu program yang dilakukan. “Sebagian lansia ada yang tekanan darahnya tinggi. Makanya pemeriksaan tekanan darah penting dilakukan supaya kondisi tekanan darah masyarakat, khususnya lansia, dapat diketahui dan dipantau secara rutin,” ujarnya. Pemeriksaan kesehatan meliputi tekanan darah, gula darah (GDA), dan asam urat. Pemeriksaan asam urat ditambahkan berdasarkan permintaan masyarakat saat penyampaian program kerja pada pembukaan KKN di Balai Desa Kandangsemangkon. “Kalau bisa cek asam urat juga, Mbak,” ujar salah satu warga. Kolaborasi dengan Tenaga Kesehatan. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa turut membantu pelayanan Posyandu Lansia, seperti mengukur berat badan dan tinggi badan peserta, serta membantu pemeriksaan tekanan darah, gula darah, dan asam urat. Kolaborasi dengan tenaga kesehatan Desa Kandangsemangkon menjadi bentuk dukungan mahasiswa dalam membantu pelayanan kesehatan sekaligus memberikan edukasi mengenai hipertensi. Musthofa, S.Kep., Ns., mengapresiasi keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan tersebut. “Kegiatan seperti ini sangat baik karena mahasiswa dapat ikut membantu pelayanan kesehatan sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat tentang hipertensi. Pemeriksaan tekanan darah, gula darah, dan asam urat juga dapat membantu masyarakat mengetahui kondisi kesehatannya,” ujarnya. Ia juga menyambut baik pemanfaatan mengkudu sebagai teh karena bahan tersebut cukup mudah ditemukan di lingkungan masyarakat. “Pemanfaatan mengkudu menjadi teh merupakan edukasi yang menarik bagi masyarakat. Bahan tersebut cukup mudah ditemukan di sekitar, sehingga masyarakat bisa memanfaatkan potensi desa. Namun, bagi masyarakat yang memiliki hipertensi, tetap perlu memperhatikan pola hidup sehat dan mengikuti anjuran tenaga kesehatan,” tambahnya. Edukasi Hipertensi dan Cara Pembuatan Teh Mengkudu Kegiatan dilanjutkan dengan penyuluhan mengenai hipertensi dan pemanfaatan buah mengkudu menjadi teh yang disampaikan oleh Diva Eka Setiyawati. Diva memberikan edukasi mengenai pengertian hipertensi, faktor penyebab, dampak tekanan darah tinggi jika tidak dikendalikan, serta cara menjaga dan mencegah tekanan darah tinggi. Ia juga menjelaskan tahapan pembuatan dan pengolahan buah mengkudu menjadi teh, mulai dari bahan yang digunakan hingga cara penyajiannya. “Melalui kegiatan ini, kami tidak hanya ingin mengenalkan cara membuat teh mengkudu, tetapi juga memberikan pengetahuan kepada masyarakat mengenai hipertensi, mulai dari penyebab, dampak, hingga dampak tekanan darah jika tidak diatasi. Kami berharap masyarakat dapat lebih peduli terhadap kesehatan dan melakukan pemeriksaan secara rutin,” jelas Diva. Masyarakat Antusias Mengetahui Manfaat Mengkudu Kegiatan diikuti oleh 35 masyarakat yang antusias mengikuti pemeriksaan kesehatan, edukasi hipertensi, serta pengenalan dan mencoba olahan teh mengkudu yang disediakan mahasiswa KKN UMLA Kelompok 04. “Saya baru tahu kalau mengkudu dapat membantu menurunkan tekanan darah. Di sekitar sini juga masih cukup banyak mengkudu, jadi setelah mendapatkan penjelasan ini saya jadi tahu kalau mengkudu bisa dimanfaatkan dan diolah menjadi teh,” ungkap salah satu warga. Melalui kegiatan tersebut, KKN UMLA Kelompok 04 berharap masyarakat Desa Kandangsemangkon semakin peduli terhadap kesehatan, rutin mengikuti Posyandu Lansia dan pemeriksaan kesehatan, serta mampu memanfaatkan potensi lokal seperti mengkudu menjadi produk olahan. Kegiatan berlangsung lancar dan mendapat respons positif dari masyarakat sebagai bentuk kontribusi KKN UMLA Kelompok 04 dalam mendukung pelayanan kesehatan sekaligus mengenalkan potensi lokal Desa Kandangsemangkon. Penulis : Risna Prilliya Editor : Bait

Pendidikan

11 August 2026 | 14:56 WIB

Kesehatan Mental Mahasiswa Jadi Prioritas: Layanan BK UMLA Gandeng Mahasiswa S2 Psikologi UM Sukses Inisiasi Program ISC

Admin Lesikom

Admin Web

#Kegiatan

UMLA News — Layanan Bimbingan Konseling Universitas Muhammadiyah Lamongan (BK UMLA) terus menunjukkan komitmen nyatanya dalam mewujudkan lingkungan kampus yang ramah kesehatan mental. Bekerja sama dengan mahasiswa Magister Psikologi Universitas Negeri Malang (UM), Layanan BK UMLA sukses menyelenggarakan Program Improving Self-Compassion (ISC) bagi mahasiswa S1 Keperawatan UMLA, pada 3-7 Agustus 2026 di Gedung B.203 UMLA. Program pelatihan intensif selama lima hari ini dipandu oleh fasilitator Innaha Fahrish Safitri, S.Pd., dengan menerapkan metode hybrid (tiga sesi offline dan dua sesi online). Rangkaian kegiatan dirancang khusus untuk memperkuat kesejahteraan psikologis (psychological well-being) mahasiswa dalam mengelola tekanan akademik maupun tantangan kehidupan sehari-hari melalui self-compassion, sehingga kesehatan mental mahasiswa tetap terjaga. Selama program berlangsung, para peserta dibekali dengan berbagai latihan keterampilan psikologis berbasis bukti ilmiah, seperti Loving-Kindness Meditation, Self-Kindness Exercise, Just Like Me Meditation, Shared Humanity Journaling, Mindfulness Practice, hingga penulisan Self-Compassionate Letter. Melalui metode ini, mahasiswa diajak untuk melatih respons yang lebih baik kepada diri sendiri saat mengalami kesulitan dan kegagalan, meminimalisir kritik diri yang berlebihan, menyadari bahwa kesulitan dan kegagalan merupakan bagian dari kehidupan manusia, serta menerima emosi yang dirasakan tanpa menghakimi dan terlalu larut didalamnya. Kepala Layanan Bimbingan Konseling (BK) UMLA, Moh. Saifudin, S.Kep., Ns., S.Psi., M.Kes., menegaskan bahwa inisiasi program pelatihan ini merupakan bagian dari langkah strategis BK UMLA dalam mendampingi mahasiswa secara holistik, tidak hanya dari aspek akademis tetapi juga kesiapan emosional. “Layanan BK UMLA berkomitmen untuk terus menghadirkan support system yang aman, inklusif, dan responsif bagi seluruh civitas akademika. Melalui program ISC ini, kami ingin memastikan bahwa mahasiswa UMLA tidak hanya tangguh secara intelektual, tetapi juga memiliki ketahanan emosional dan kesehatan mental yang optimal dalam menghadapi setiap tantangan perkuliahan maupun kehidupan sehari-hari,” ujarnya. Inisiatif program pelatihan ISC ini sekaligus menjadi wujud nyata kontribusi Layanan BK UMLA dan Psikologi UM dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) yang telah ditetapkan oleh PBB, khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui penyediaan layanan kesehatan mental preventif di lingkungan kampus. Selain itu, kolaborasi ini juga menyokong SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) lewat pendampingan belajar yang inklusif, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui sinergi kemitraan akademis antar-perguruan tinggi. Melalui sinergi akademis ini, Layanan BK UMLA membuktikan perannya sebagai mitra tumbuh kembang mahasiswa yang siap memberikan pelayanan bimbingan dan konseling lewat edukasi mental yang aplikatif dan profesional, berkelanjutan, serta relevan dengan kebutuhan generasi muda. Penulis: Innaha Fahrish Safitri Editor : Bait

Kegiatan

08 August 2026 | 09:21 WIB

Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker UMLA Selenggarakan Pelatihan Penguji OSCE untuk Perkuat Mutu Lulusan

Admin Lesikom

Admin Web

#Kegiatan

#Seminar

Lamongan – Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA), menyelenggarakan Pelatihan Penguji Objective Structured Clinical Examination (OSCE) Apoteker pada 8–9 Agustus 2026. Kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kompetensi penguji dalam pelaksanaan OSCE sehingga proses penilaian kompetensi calon apoteker dapat berlangsung secara objektif, valid, dan sesuai standar nasional. Pelatihan ini diikuti oleh 26 peserta yang terdiri atas dosen Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker UMLA serta tenaga profesional dari berbagai institusi pelayanan kesehatan. Kehadiran peserta dari latar belakang akademik dan praktik diharapkan mampu memperkuat sinergi dalam meningkatkan kualitas pendidikan profesi apoteker. Kegiatan menghadirkan narasumber berpengalaman, yaitu Dr. apt. Yosef Wijoyo, M.Si. dan apt. Tamara Gusti Ebtavanny, M.Farm., serta Dr. apt. Ivonne Soeliono, M.Farm.Klin selaku Penyelia Pusat OSCE. Para narasumber memberikan pembekalan mengenai standar pelaksanaan OSCE, penyamaan persepsi antar penguji, teknik observasi, serta metode penilaian yang objektif dan reliabel. Selama dua hari pelaksanaan, peserta memperoleh materi mengenai prinsip-prinsip OSCE, penyusunan skenario dan instrumen penilaian, praktik penilaian pada setiap stasiun, hingga proses kalibrasi antar penguji. Pelatihan ini diharapkan mampu menghasilkan penguji yang kompeten dan memiliki standar penilaian yang seragam dalam mengukur capaian kompetensi mahasiswa profesi apoteker. Melalui kegiatan ini, Universitas Muhammadiyah Lamongan terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan profesi di bidang kefarmasian. Dengan penguji yang berkualitas dan berstandar nasional, Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker Fakultas Ilmu Kesehatan UMLA optimis dapat mencetak lulusan apoteker yang profesional, berintegritas, kompeten, serta siap memberikan pelayanan kefarmasian yang berkualitas kepada masyarakat. Penulis : Sulistiyowati Editor : Bait

Kegiatan

06 August 2026 | 14:07 WIB

Panitia ICoHIT 2026 Tunjukkan Soliditas dan Profesionalisme dalam Menyukseskan Konferensi Internasional

Admin Lesikom

Admin Web

#Seminar

Lamongan – Di balik suksesnya penyelenggaraan The International Conference on Health Innovation and Technology (ICoHIT) 2026, terdapat kerja keras dan dedikasi tinggi dari seluruh panitia yang telah mempersiapkan kegiatan dengan penuh tanggung jawab. Mulai dari tahap perencanaan, koordinasi, hingga pelaksanaan acara, seluruh tim bekerja secara sinergis untuk memastikan setiap rangkaian kegiatan berlangsung dengan lancar dan profesional. Panitia yang terdiri atas dosen dan tenaga kependidikan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) menunjukkan semangat kolaborasi, kekompakan, dan komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada peserta, pembicara, serta tamu undangan dari berbagai institusi, baik nasional maupun internasional. Keberhasilan penyelenggaraan ICoHIT 2026 tidak hanya menjadi wujud kemampuan organisasi dalam mengelola konferensi ilmiah berskala internasional, tetapi juga mencerminkan budaya kerja yang mengedepankan komunikasi, koordinasi, serta saling mendukung antaranggota tim. Setiap divisi menjalankan perannya secara optimal, mulai dari registrasi, publikasi, perlengkapan, konsumsi, dokumentasi, hingga liaison officer (LO), sehingga seluruh rangkaian acara dapat terlaksana sesuai dengan agenda yang telah direncanakan. Melalui kerja sama yang solid, panitia berhasil menghadirkan suasana konferensi yang kondusif, profesional, dan berkesan bagi seluruh peserta. Semangat kebersamaan yang terbangun selama proses persiapan hingga pelaksanaan menjadi modal penting dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan konferensi ilmiah di masa mendatang. Ketua panitia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah mencurahkan waktu, tenaga, serta pemikiran demi menyukseskan ICoHIT 2026. Diharapkan pengalaman berharga ini semakin memperkuat komitmen Universitas Muhammadiyah Lamongan dalam mendukung internasionalisasi perguruan tinggi, memperluas jejaring akademik global, serta mendorong lahirnya inovasi di bidang kesehatan dan teknologi melalui kolaborasi yang berkelanjutan. "Bersama dalam kolaborasi, bergerak dengan dedikasi, dan berkarya untuk inovasi kesehatan mendunia." Penulis : sulis Editor : Bait

Kegiatan

30 July 2026 | 09:10 WIB

Sinergi Pemkab Lamongan dan UMLA: Dorong Jiwa Kewirausahaan Mahasiswa Melalui Sosialisasi Program Megpreneur

Admin Web UMLA

Admin Web

#Kegiatan

UMLA News - Lamongan, 30 Juli 2026 – Pemerintah Kabupaten Lamongan melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) terus memperkuat sinergi dengan perguruan tinggi dalam upaya mencetak generasi muda yang berdaya saing di bidang kewirausahaan. Salah satu wujud kolaborasi tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Program Megpreneur yang diselenggarakan di Aula Budi Utomo, Lantai 3 Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA). Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa UMLA yang antusias memperoleh wawasan mengenai pengembangan usaha, peluang menjadi wirausaha muda, serta berbagai bentuk dukungan yang disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Lamongan melalui Program Megpreneur. Program ini merupakan salah satu upaya pemerintah daerah untuk mendorong lahirnya pelaku usaha baru yang inovatif, mandiri, dan mampu memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Dalam sambutannya, Kepala Bidang UMKM Disperindag Kabupaten Lamongan, Ibu Ainiyatul Himaniyah, S.E., menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam melahirkan wirausahawan muda yang kreatif dan adaptif terhadap perkembangan zaman. "Program Megpreneur hadir sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Lamongan dalam mendampingi generasi muda untuk berani memulai usaha. Kami berharap mahasiswa Universitas Muhammadiyah Lamongan tidak hanya menjadi pencari kerja setelah lulus, tetapi juga mampu menjadi pencipta lapangan kerja melalui inovasi dan semangat kewirausahaan. Sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi menjadi langkah penting dalam mencetak pelaku UMKM yang tangguh dan berdaya saing," ujar Ainiyatul Himaniyah, S.E. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh informasi mengenai tujuan Program Megpreneur, peluang pembinaan UMKM, akses pendampingan usaha, hingga pentingnya membangun mental kewirausahaan sejak di bangku kuliah. Sesi sosialisasi juga berlangsung interaktif dengan adanya diskusi dan tanya jawab antara narasumber dan mahasiswa. Kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi antara Pemerintah Kabupaten Lamongan dan Universitas Muhammadiyah Lamongan dalam mendukung pengembangan ekosistem kewirausahaan di kalangan mahasiswa. Diharapkan kolaborasi yang telah terjalin dapat terus berlanjut melalui berbagai program pemberdayaan, sehingga mampu melahirkan entrepreneur muda yang inovatif, berdaya saing, serta berkontribusi dalam pembangunan ekonomi Kabupaten Lamongan.

Kegiatan

25 July 2026 | 11:41 WIB

Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah pada Fashmu III di UMLA: Ikhtiar Menyiapkan Umat Terbaik untuk Masa Depan Peradaban

Admin Web UMLA

Admin Web

#Kegiatan

UMLA News - Lamongan, 25 Januari 2026 – Festival Anak Sholeh Muhammadiyah (FASHMU) III Tingkat Jawa Timur yang digelar di Gedung E Lantai 10 Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang pembinaan karakter dan kaderisasi generasi Islam. Hal tersebut ditegaskan dalam keynote speech yang disampaikan oleh KH. Fathurrahman Kamal, Lc., M.S.I., selaku Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah. Dalam paparannya, KH. Fathurrahman Kamal menegaskan bahwa tujuan utama penyelenggaraan FASHMU adalah menyiapkan lahirnya umat terbaik (khairu ummah) yang mampu memberikan manfaat bagi agama, bangsa, dan kemanusiaan. Menurutnya, membangun generasi unggul harus dimulai sejak usia dini melalui pembinaan akidah, akhlak, ilmu pengetahuan, serta kepemimpinan yang berlandaskan nilai-nilai Islam. "FASHMU bukan hanya tentang mencari siapa yang menjadi juara, tetapi bagaimana kita menyiapkan umat terbaik. Anak-anak yang hadir hari ini adalah calon pemimpin masa depan yang akan menentukan arah peradaban. Karena itu, mereka harus dibina dengan ilmu, iman, akhlak, dan semangat untuk memberi manfaat bagi sesama," ungkapnya. Ia menjelaskan bahwa konsep khairu ummah sebagaimana diajarkan dalam Al-Qur'an tidak hanya menekankan keunggulan intelektual, tetapi juga tanggung jawab untuk menegakkan nilai-nilai kebaikan, mengajak kepada kebajikan, dan mencegah kemungkaran. Oleh sebab itu, pendidikan Muhammadiyah memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas moral dan kepedulian sosial. KH. Fathurrahman Kamal juga mengapresiasi penyelenggaraan FASHMU III sebagai bentuk nyata komitmen Muhammadiyah dalam melakukan kaderisasi secara berkelanjutan. Berbagai cabang lomba yang dipertandingkan dinilai menjadi media untuk menggali potensi, menumbuhkan rasa percaya diri, sekaligus memperkuat kecintaan anak-anak terhadap ajaran Islam dan Persyarikatan Muhammadiyah. Menurutnya, tema "Aksi Nyata Anak Muhammadiyah, Dari Jawa Timur untuk Peradaban Dunia" menjadi pengingat bahwa setiap anak Muhammadiyah memiliki tanggung jawab untuk mempersiapkan diri sebagai generasi yang mampu menjawab tantangan zaman dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Al-Qur'an dan As-Sunnah. Menutup keynote speech-nya, KH. Fathurrahman Kamal mengajak seluruh peserta, guru, dan orang tua untuk menjadikan FASHMU sebagai bagian dari gerakan bersama dalam melahirkan generasi Qurani yang unggul, berprestasi, dan siap menjadi umat terbaik yang membawa rahmat bagi Indonesia maupun peradaban dunia.

Moto Universitas Muhammadiyah Lamongan

Inovatif, Profesional dan Islami

Untuk membangun karakter lulusan yang unggul Universitas Muhammadiyah Lamongan berpatokan kepada 3 point penting dalam pembentukan karakter manusia yang menjadi solusi di era modern.

Inovatif

Menjadi pribadi kreatif dan solutif! Mampu menciptakan atau menerapkan hal-hal baru secara kreatif dan efektif untuk menjawab tantangan zaman dan menciptakan masa depan yang lebih baik.

Profesional

Unggul dalam kompetensi, berintegritas tinggi! Memiliki pengetahuan, keterampilan, etika kerja, dan sikap yang sesuai dengan standar bidang tertentu siap bersaing di dunia nyata dan menjadi teladan di lingkungan kerja.

Islami

Berkarakter mulia, berlandaskan nilai-nilai Islam! Berpijak pada ajaran, nilai, dan prinsip Islam dalam berpikir, bersikap, dan bertindak menjadi insan yang rahmatan lil ‘alamin.

Menjadi Tempat Berkembang Dan Berkreasi

Bersama Universitas Muhammadiyah Lamongan

Tunggu apalagi ? Ayo bergabung menjadi keluarga besar Universitas Muhammadiyah Lamongan