BERITA

08 Dec 2025, 21:02 PM

Pendampingan Guru SD Muhammadiyah 1 Babat dalam Penerapan Brain Gym untuk Tingkatkan Konsentrasi Belajar Siswa

Admin Web UMLA

Admin Web

UMLA NEWS - Lamongan — Tim dosen Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan Pendampingan Guru dalam Brain Gym untuk Meningkatkan Konsentrasi Anak Didiknya di SD Muhammadiyah 1 Babat. Program ini dipimpin oleh Dr. Lilis Maghfuroh, S.Kep., Ners., M.Kes sebagai ketua tim, bersama dosen anggota Moh. Syaifudin, S.Kep., Ns., S.Psi., M.Kes, Atiul Impartina, dan Faizatul Ummah. Kegiatan yang berlangsung selama tahun akademik 2024–2025 ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam menerapkan Brain Gym, sebuah metode gerakan sederhana yang terbukti dapat membantu meningkatkan fokus, kesiapan belajar, dan kemampuan bekerja sama antara otak kiri dan kanan siswa. Berdasarkan analisis awal, para guru di SD Muhammadiyah 1 Babat memiliki kesadaran tinggi mengenai pentingnya konsentrasi belajar, namun masih belum familiar dengan pendekatan inovatif seperti Brain Gym. Selain itu, sebagian besar siswa menunjukkan kecenderungan mudah terdistraksi saat pembelajaran berlangsung. Melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan selama empat minggu, guru diberikan pemahaman teori neurosains dasar, praktik gerakan Brain Gym, serta simulasi penerapannya di kelas. Tim dosen juga menyusun modul panduan praktis sebagai pegangan guru untuk implementasi mandiri. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan sikap, pengetahuan, dan keterampilan guru dalam menerapkan Brain Gym. Guru mampu menyusun rencana pembelajaran terintegrasi serta mempraktikkan gerakan stimulatif sebelum maupun saat pembelajaran berlangsung. Program ini dilaksanakan dalam beberapa tahap, meliputi: 1. Observasi dan FGD awal bersama kepala sekolah serta guru. 2. Pelatihan Brain Gym selama 2 hari dengan demonstrasi gerakan. 3. Pendampingan langsung di kelas selama 4 minggu. 4. Evaluasi dan refleksi terhadap perkembangan guru dan siswa.

Para guru menunjukkan antusiasme tinggi dan aktif dalam setiap sesi pelatihan. Di kelas, siswa menjadi lebih bersemangat dan fokus ketika gerakan Brain Gym diterapkan sebagai bagian dari pembelajaran. Program ini memberikan manfaat nyata, di antaranya: • Guru mampu menerapkan variasi gerakan Brain Gym secara mandiri. • Siswa lebih siap belajar dan menunjukkan peningkatan fokus. • Sekolah memperoleh modul resmi Brain Gym sebagai panduan berkelanjutan. • Terbentuknya komunitas praktisi Brain Gym di tingkat guru untuk berbagi pengalaman. Ketua tim, Dr. Lilis Maghfuroh, mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat relevan dengan kebutuhan pendidikan dasar saat ini. “Guru harus memiliki strategi inovatif untuk membantu siswa mencapai konsentrasi optimal. Brain Gym adalah metode yang sederhana namun sangat efektif untuk diterapkan,” ujarnya. Sementara itu, dosen anggota Moh. Syaifudin, menambahkan bahwa pendekatan motorik-sensorik seperti Brain Gym dapat menjadi solusi bagi dinamika kelas yang menuntut kreativitas guru dalam menjaga fokus siswa. Sebagai luaran, tim telah mensubmit artikel ilmiah ke jurnal nasional terakreditasi SINTA serta merencanakan publikasi di media massa. Kegiatan tahap berikutnya mencakup pembuatan video, pendaftaran hak cipta, dan penyebaran hasil kepada sekolah mitra. Program ini diharapkan menjadi model implementasi Brain Gym yang dapat direplikasi di sekolah-sekolah lain di Kabupaten Lamongan maupun wilayah Jawa Timur.