BERITA
02 Nov 2022, 15:38 PM
Admin Web UMLA
Admin Web
UMLA NEWS - Lamongan — Mahasiswa Program Studi S1 Keperawatan Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) melaksanakan program Implementasi Kader Kesehatan Remaja di Desa Deket Wetan, Kecamatan Deket, Kabupaten Lamongan. Program ini berlangsung selama 13 September hingga 2 November 2022, sebagai rangkaian pembelajaran lapangan berbasis pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini bertujuan membentuk remaja desa yang berpengetahuan, mandiri, dan mampu menjadi agen edukasi sebaya dalam isu-isu kesehatan seperti pencegahan penyakit, kesehatan reproduksi, hingga kemampuan pertolongan pertama. Selama pelaksanaan, mahasiswa mengusung beberapa program utama, yakni Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) I–III, edukasi Pencegahan HIV/AIDS dan Seks Bebas, pelatihan Pertolongan Pertama (P3K), serta pembentukan kader kesehatan remaja. Seluruh kegiatan melibatkan pemerintah desa, bidan desa, kader kesehatan, dan kelompok remaja setempat. Dosen pembimbing lapangan, Suhariyati, S.Kep., Ns., M.Kep, menjelaskan bahwa tujuan program ini tidak hanya untuk meningkatkan literasi kesehatan remaja, tetapi juga memberikan manfaat besar bagi mahasiswa. “Program ini dirancang agar remaja memiliki pemahaman dan keterampilan dasar untuk menjaga diri dan lingkungan sebayanya. Bagi mahasiswa, kegiatan ini melatih kemampuan komunikasi, pengorganisasian, dan edukasi langsung kepada masyarakat—kompetensi penting seorang calon perawat,” jelasnya. Selain suhariyati dosen umla yang juga turut berpartisipasi Adalah nurul hikmatul qowi S.Kep., Ns., M.Kep, dan Inta Susanti yang ikut mengarahkan seluruh kegiatan. Kepala Desa Deket Wetan, Ir. Kusbianto Susilo Putro, mengapresiasi pelaksanaan program dan manfaatnya bagi desa. “Kegiatan kader kesehatan remaja ini sangat dibutuhkan. Pembinaan seperti ini membantu membentuk remaja yang peduli kesehatan dan mampu menghindari perilaku berisiko. Kami berharap kerja sama dengan UMLA terus berlanjut,” ujarnya. Salah satu mahasiswa peserta, Miftaqul Bilka Subiantoro, mengaku memperoleh banyak pembelajaran dari kegiatan ini. “Kami menghadapi berbagai tantangan, seperti menyesuaikan jadwal kegiatan remaja dan membuat penyuluhan tetap menarik. Tapi dari situ kami belajar lebih kreatif dan komunikatif. Antusiasme remaja juga membuat program ini berjalan lancar,” ungkapnya. Secara keseluruhan, implementasi program Kader Kesehatan Remaja di Desa Deket Wetan berjalan sukses dan memberikan dampak nyata. Program ini memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat, sekaligus mendorong peningkatan kesadaran kesehatan di kalangan remaja desa.