BERITA

04 Oct 2025, 16:09 PM

Tingkatkan Pengetahuan Ibu-Ibu PKK, Mahasiswa S1 Keperawatan UMLA Gelar Penyuluhan Asma pada Anak

Admin Web UMLA

Admin Web

**UMLA NEWS - ** Lamongan, 4 Oktober 2025 Mahasiswa Program Studi S1 Keperawatan Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) dari kelas 5A melaksanakan kegiatan penyuluhan kesehatan bertema “Kenali, Cegah, dan Tangani Asma pada Anak” kepada ibu-ibu PKK di Gg. Kelud RT 02 RW 05 Lamongan. Kegiatan ini berlangsung dengan pendampingan para dosen Prodi S1 Keperawatan UMLA, yaitu Harnina Samantha Aisyah, Henny Eka Wati, Rizki Asta, Suratmi, Inta Susanti, Aprelia Afidatul, dan Wahyu Retno Gumelar. Kehadiran para dosen turut memastikan proses edukasi berjalan efektif dan sesuai standar keilmuan. Penyuluhan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pencegahan dan penanganan asma pada anak, sekaligus menekan angka kekambuhan melalui edukasi yang tepat dan mudah dipahami. Acara diawali dengan pelayanan cek tekanan darah gratis untuk peserta, kemudian dilanjutkan sambutan pembuka oleh moderator. Penyuluhan disampaikan oleh pemateri dari kelompok mahasiswa, dengan materi meliputi definisi asma pada anak, faktor penyebab, tanda dan gejala, pencegahan, serta langkah penatalaksanaan yang tepat saat serangan terjadi. Media yang digunakan berupa leaflet dan kalender edukatif. Dalam sesi penyampaian materi, peserta menunjukkan antusiasme tinggi. Ibu-ibu PKK aktif bertanya mengenai cara penanganan kekambuhan asma serta bagaimana menghindari faktor pencetus di rumah. Salah satu pertanyaan yang paling banyak ditanyakan adalah apakah asma dapat disembuhkan sepenuhnya. Pemateri menjelaskan bahwa asma merupakan penyakit kronis yang tidak bisa hilang total, tetapi dapat dikontrol sehingga anak tetap dapat menjalani aktivitas secara normal. Ketua kegiatan PKM menyampaikan bahwa edukasi ini penting untuk meningkatkan kesadaran ibu-ibu dalam mengenali tanda awal serangan asma. “Orang tua perlu memahami pemicu asma pada anak dan bagaimana melakukan tindakan awal yang benar. Edukasi sederhana seperti ini diharapkan mampu mengurangi risiko serangan berat,” ujarnya. Sebanyak hampir seluruh peserta mengikuti kegiatan hingga selesai. Setelah sesi tanya jawab, panitia memberikan doorprize kepada peserta yang aktif, serta melakukan dokumentasi bersama. Kegiatan penyuluhan berjalan lancar dan mendapat sambutan positif dari warga. Mahasiswa berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan agar masyarakat mampu menerapkan pola hidup dan lingkungan yang lebih sehat untuk mencegah kekambuhan asma pada anak.