BERITA
13 Jun 2026, 09:34 AM
Admin Lesikom
Admin Web
UMLANEWS- lAMONGAN, 13 Juni 2026 – Program Studi S1 Farmasi dan Program Studi Profesi Apoteker (PSPA) Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) menyelenggarakan Seminar Nasional Farmasi UMLA 2026 pada Sabtu (13/6/2026) dengan tema “Dampak Perkembangan Apotek Desa terhadap Praktik Kefarmasian dalam Aspek Etika, Legalitas, dan Profesionalisme.” Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa S1 Farmasi dan PSPA sebagai sarana memperluas wawasan mengenai perkembangan kebijakan kesehatan dan praktik kefarmasian di Indonesia.
Seminar menghadirkan pemateri Apt. Primanitha Ria Utami, M.Farm yang membahas regulasi Apotek Desa dalam program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Dalam paparannya dijelaskan bahwa keberadaan Apotek Desa dapat menjadi solusi untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap obat dan layanan kefarmasian, khususnya di wilayah pedesaan.
Di sisi lain, perkembangan Apotek Desa juga menuntut perhatian terhadap aspek legalitas, etika profesi, dan profesionalisme tenaga kefarmasian. Pengelolaan apotek harus tetap sesuai dengan regulasi yang berlaku, menjamin keamanan penggunaan obat, serta mengedepankan pelayanan yang berorientasi pada keselamatan pasien.
Melalui seminar ini, peserta diajak memahami pentingnya keterlibatan apoteker dan tenaga farmasi dalam Apotek Desa KDMP. Peran farmasi tidak hanya sebatas pengelolaan obat, tetapi juga sebagai edukator dan pendamping masyarakat dalam penggunaan obat yang rasional. Dengan keterlibatan tenaga farmasi yang kompeten, Apotek Desa diharapkan mampu menjadi sarana pelayanan kesehatan yang berkualitas sekaligus mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat desa.
Kegiatan ini menjadi wadah akademik bagi mahasiswa Farmasi UMLA untuk memahami tantangan dan peluang profesi di tengah berkembangnya kebijakan pelayanan kesehatan berbasis masyarakat, sehingga mampu mempersiapkan diri menjadi tenaga kefarmasian yang profesional, beretika, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.