BERITA
08 Oct 2022, 15:31 PM
Admin Web UMLA
Admin Web
UMLA NEWS- Lamongan, 8 Oktober 2022 — Mahasiswa Program Studi S1 Keperawatan dan Ners Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) melaksanakan kegiatan Implementasi Mobile Deteksi Dini Tumbuh Kembang (DDTK) dan Stimulasi Tumbuh Kembang Anak yang berlangsung sejak 22 Agustus hingga 8 Oktober 2022 di Desa Deket Kulon, Kecamatan Deket, Kabupaten Lamongan. Kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran lapangan berbasis pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan pemantauan tumbuh kembang anak prasekolah secara lebih efektif dan modern. Dalam pelaksanaan kegiatan ini, mahasiswa dibimbing oleh dosen Keperawatan Anak UMLA, Lilis Maghfuroh, M.Kep., Ns., Sylvi Harmiardilah S.Kep Ns M.Kep dan Harnina Samantha S.Kep Ns MNS yang turut mengarahkan proses skrining, edukasi kesehatan, serta pendampingan stimulasi tumbuh kembang anak. Dengan arahan beliau, mahasiswa dapat melaksanakan kegiatan secara terstruktur dan sesuai capaian pembelajaran. Mahasiswa menggunakan ELENCODE (Electronic Learning Detection of Child Growth and Development), sebuah alat skrining tumbuh kembang berbasis website yang dikembangkan oleh tim dosen Keperawatan Anak UMLA. Teknologi ini memungkinkan pemeriksaan dilakukan secara lebih cepat, akurat, dan praktis. Kegiatan melibatkan 155 mahasiswa, 31 guru TK/RA, dan kader kesehatan dari tiga desa: Deket Wetan, Deket Kulon, dan Plosowahyu. Total 312 anak prasekolah dari tujuh TK/RA menjadi sasaran pemeriksaan, yaitu RA Mukorobbin, TK Kencana Putra, TK Istiqlal 1, TK Istiqlal 2, TK Perumda, TK Merah Delima, dan TK Surya Baru. Selain skrining, mahasiswa juga memberikan penyuluhan kesehatan mengenai diare dan dehidrasi, demam berdarah dengue dan kebutuhan cairan, teknik kompres tepid sponge, ikterus pada bayi baru lahir, serta demam tifoid. Setelah pemeriksaan, mahasiswa melaksanakan stimulasi bermain menggunakan Alat Permainan Edukatif (APE) untuk membantu anak mengembangkan kemampuan motorik, kognitif, sosial, dan bahasa sesuai tahap usianya. Salah satu mahasiswa peserta kegiatan, Miftaqul Bilka Subiantoro, mengungkapkan bahwa pengalaman mengikuti Mobile DDTK ini sangat berkesan dan memberikan pembelajaran penting sebagai calon perawat. “Pengalaman ini sangat berharga bagi saya. Terjun langsung melakukan skrining dan edukasi membuat kami benar-benar memahami kondisi di lapangan. Apa yang kami pelajari di kelas akhirnya bisa kami praktikan dengan dampak nyata pada anak-anak dan guru TK,” ujarnya. Ia juga menyoroti tantangan penyesuaian jadwal dengan kegiatan TK/RA yang berbeda-beda, serta bagaimana mahasiswa harus kreatif menghadapi anak-anak yang aktif selama proses stimulasi bermain. “Kami belajar untuk fleksibel dan kreatif. Anak-anak aktif dan penuh energi, sehingga kami harus membuat pemeriksaan dan stimulasi terasa seperti permainan seru agar mereka tetap nyaman,” tambahnya. Lilis Magfuroh menegaskan pentingnya skrining dini bagi tumbuh kembang anak. “Skrining seperti ini sangat penting karena semakin cepat gangguan perkembangan terdeteksi, semakin cepat bisa ditangani. Stimulasi APE juga sangat membantu perkembangan anak,” jelasnya. Secara keseluruhan, kegiatan Mobile DDTK dan stimulasi tumbuh kembang ini berjalan lancar dan mendapat sambutan positif dari guru, kader kesehatan, dan masyarakat. Program ini tidak hanya memberikan manfaat bagi anak dan orang tua, tetapi juga memperkuat kompetensi mahasiswa dalam pelayanan kesehatan anak sebagai bagian dari capaian pembelajaran Keperawatan Anak.