BERITA

05 Jun 2026, 10:13 AM

Mahasiswa Informatika UMLA Perdalam Teknologi Pencitraan Medis di Ruang Cath Lab RS Kemenkes Surabaya

Admin Web UMLA

Admin Web

UMLA News - Lamongan, 5 Juni 2026 - Dunia kesehatan terus mengalami transformasi digital yang pesat, terutama dalam pemanfaatan teknologi pencitraan medis untuk membantu proses diagnosis dan penanganan pasien. Kesempatan berharga untuk mempelajari teknologi tersebut dirasakan oleh Mutsna Sa Yu Zakka, mahasiswa Program Studi S1 Informatika Medis Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA), yang menjalani program magang di Rumah Sakit Kemenkes Surabaya.

Selama menjalani magang di Unit Teknologi Informasi (IT), Mutsna tidak hanya memperoleh pengalaman dalam pengelolaan sistem teknologi informasi rumah sakit, tetapi juga mendapatkan kesempatan mengamati secara langsung implementasi teknologi pencitraan medis di ruang Cath Lab (Cardiac Catheterization Laboratory). Ruangan ini merupakan pusat kendali berbagai perangkat pencitraan berteknologi tinggi yang digunakan untuk mendukung tindakan medis, seperti kateterisasi jantung dan prosedur radiologi intervensi.

Dari ruang kontrol tersebut, Mutsna mempelajari bagaimana citra medis dihasilkan, diproses, ditampilkan secara real-time, hingga dimanfaatkan oleh dokter spesialis dalam mengambil keputusan klinis. Pengalaman tersebut memberikan gambaran nyata mengenai pentingnya integrasi antara teknologi informasi, perangkat medis, dan sistem pencitraan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.

Pengalaman di ruang Cath Lab juga menjadi implementasi langsung dari materi yang dipelajari pada mata kuliah Pengolahan Citra Digital Medis di Program Studi S1 Informatika Medis UMLA. Melalui mata kuliah tersebut, mahasiswa mempelajari berbagai teknik pengolahan citra, mulai dari peningkatan kualitas gambar (image enhancement), segmentasi citra, ekstraksi fitur, hingga analisis pola pada citra medis seperti CT Scan, MRI, X-ray, dan angiografi.

Seiring berkembangnya teknologi, pengolahan citra digital kini semakin dikolaborasikan dengan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Kombinasi kedua teknologi tersebut memungkinkan sistem untuk membantu mendeteksi kelainan pada citra medis secara lebih cepat dan akurat. Algoritma AI mampu mengenali pola-pola tertentu pada citra yang berpotensi menunjukkan adanya suatu penyakit, sehingga dapat menjadi alat bantu (clinical decision support) bagi dokter spesialis radiologi dalam melakukan interpretasi hasil pemeriksaan. Dengan demikian, proses analisis menjadi lebih efisien tanpa menggantikan peran dokter sebagai pengambil keputusan utama.

Ketua Program Studi S1 Informatika Medis UMLA menyampaikan bahwa pengalaman mahasiswa di lingkungan rumah sakit merupakan bentuk implementasi pembelajaran berbasis praktik (experiential learning). Mahasiswa tidak hanya memahami teori di dalam kelas, tetapi juga melihat secara langsung bagaimana teknologi informasi, pencitraan medis, dan kecerdasan buatan diterapkan dalam dunia pelayanan kesehatan imbuh Muhammad shodiq selaku kaprodi informatika medis.

Program magang seperti ini diharapkan mampu memperkuat kompetensi mahasiswa dalam bidang informatika medis/ kesehatan, khususnya pada pengembangan teknologi berbasis data dan citra medis. Lulusan Program Studi S1 Informatika Medis UMLA dipersiapkan untuk menjadi talenta digital yang mampu berkontribusi dalam pengembangan sistem kesehatan modern, mulai dari analisis data kesehatan, pengolahan citra medis, pengembangan aplikasi berbasis AI, hingga transformasi digital di rumah sakit dan industri teknologi kesehatan.

Pengalaman Mutsna Sa Yu Zakka menjadi bukti bahwa mahasiswa UMLA memiliki kesempatan untuk belajar langsung dari lingkungan kerja profesional sekaligus mengembangkan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri kesehatan di era digital. Kolaborasi antara ilmu informatika, pencitraan medis, dan kecerdasan buatan diharapkan mampu melahirkan inovasi yang mendukung diagnosis yang lebih cepat, akurat, dan berkualitas demi meningkatkan keselamatan serta pelayanan kepada pasien.