BERITA

22 Jun 2026, 10:19 AM

Mahasiswa Informatika UMLA Pelajari Pengelolaan Jaringan Rumah Sakit Modern di RS Kemenkes Surabaya

Admin Web UMLA

Admin Web

UMLA News - Lamongan, 19 Juni 2026 - Infrastruktur jaringan komputer merupakan salah satu komponen vital dalam mendukung pelayanan kesehatan berbasis digital di rumah sakit. Keandalan jaringan menjadi faktor utama agar berbagai sistem informasi dapat berjalan secara terintegrasi, mulai dari pendaftaran pasien, rekam medis elektronik, sistem laboratorium, radiologi, hingga komunikasi antarunit pelayanan. Pengalaman tersebut diperoleh Mutsna Sa Yu Zakka, mahasiswa Program Studi S1 Informatika Medis Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA), saat mengikuti program magang di RS Kemenkes Surabaya. Selama berada di Unit Teknologi Informasi (IT), Mutsna memperoleh kesempatan untuk mempelajari secara langsung bagaimana pengelolaan jaringan komputer diterapkan dalam mendukung operasional rumah sakit yang melayani masyarakat setiap hari.

Melalui pendampingan tim IT, Mutsna mempelajari proses monitoring jaringan, konfigurasi perangkat jaringan, pengelolaan akses internet, pemeliharaan perangkat jaringan, hingga penanganan gangguan (troubleshooting) yang dapat memengaruhi layanan digital rumah sakit. Ia juga memahami pentingnya menjaga kestabilan konektivitas agar seluruh aplikasi rumah sakit dapat diakses secara cepat, aman, dan tanpa hambatan.

Selain itu, mahasiswa juga diperkenalkan pada konsep segmentasi jaringan (network segmentation) yang diterapkan di lingkungan rumah sakit. Pemisahan jaringan untuk perangkat medis, komputer administrasi, server, dan jaringan publik menjadi salah satu strategi penting dalam meningkatkan keamanan data serta menjaga performa jaringan. Dengan pengelolaan yang baik, risiko gangguan maupun ancaman keamanan siber dapat diminimalkan sehingga pelayanan kepada pasien tetap berjalan optimal.

Pengalaman tersebut menjadi implementasi nyata dari beberapa mata kuliah yang dipelajari di Program Studi S1 Informatika Medis UMLA, seperti Jaringan Komputer, Administrasi Jaringan, Keamanan Jaringan, serta Keamanan Informasi Medis. Mahasiswa tidak hanya memahami konsep jaringan secara teoritis, tetapi juga melihat secara langsung bagaimana teknologi tersebut diterapkan pada lingkungan rumah sakit yang memiliki standar keamanan dan ketersediaan sistem yang tinggi.

Di era transformasi digital, pengelolaan jaringan rumah sakit tidak lagi hanya berfokus pada konektivitas, tetapi juga pada aspek keamanan informasi (cybersecurity). Infrastruktur jaringan harus mampu melindungi data pasien dari akses yang tidak sah, serangan siber, maupun gangguan operasional. Oleh karena itu, pengelolaan jaringan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya rumah sakit dalam menjaga mutu pelayanan kesehatan.

Pembimbing lapangan di Unit Teknologi Informasi RS Kemenkes Surabaya Mohammad Hatami, S.Kom., memberikan apresiasi terhadap semangat belajar yang ditunjukkan Mutsna selama menjalani program magang. "Mutsna memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan cepat memahami alur kerja pengelolaan jaringan di rumah sakit. Ia aktif berdiskusi, mampu mengikuti proses monitoring maupun troubleshooting jaringan, serta menunjukkan kemampuan adaptasi yang baik dalam lingkungan kerja profesional. Kami berharap pengalaman ini dapat menjadi bekal untuk menghadapi tantangan di dunia industri teknologi informasi, khususnya di sektor kesehatan," ungkap pembimbing lapangan.

Dosen Pembimbing M. Cahyo Kriswantoro, M.Tr.Kom menyampaikan bahwa pengalaman magang di rumah sakit memberikan nilai tambah bagi mahasiswa karena dapat memahami implementasi teknologi informasi secara detail. Tidak hanya mengembangkan kemampuan teknis, mahasiswa juga belajar mengenai pentingnya keandalan infrastruktur digital dalam mendukung pelayanan kesehatan yang aman, cepat, dan berkualitas.

"Awalnya saya merasa sangat gugup dan ragu serta tidak percaya diri karena membawa tanggung jawab besar untuk menunjukkan bahwa mahasiswa UMLA mampu bersaing dan memberikan kontribusi nyata. Namun, setelah terjun langsung ke dunia kerja, rasa gugup itu berubah menjadi semangat dan kepercayaan diri. Momen yang paling membanggakan adalah ketika sistem yang saya kembangkan benar-benar digunakan dalam pelayanan kepada pasien. Pengalaman ini mengajarkan saya bahwa dunia IT, khususnya di sektor kesehatan, sangat dinamis, penuh tantangan, sekaligus membuka banyak peluang untuk terus berkembang," ujar Mutsna Sa Yu Zakka.

Program magang di RS Kemenkes Surabaya menjadi salah satu wujud komitmen Program Studi S1 Informatika Medis UMLA dalam menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri. Melalui pengalaman langsung di lapangan, mahasiswa dipersiapkan menjadi tenaga profesional yang mampu berkontribusi dalam pengembangan infrastruktur teknologi informasi, keamanan jaringan, serta transformasi digital di berbagai institusi, termasuk rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.