BERITA

20 Feb 2025, 20:28 PM

Edukasi Cegah DBD, Mahasiswa UMLA Datangi Ibu-Ibu Posyandu di Desa Soko

Admin Web UMLA

Admin Web

**UMLA NEWS - ** Lamongan – 20 Februari 2025 Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang terus meningkat di beberapa daerah membuat mahasiswa S1 Keperawatan Universitas Muhammadiyah Lamongan berinisiatif melakukan edukasi langsung kepada masyarakat. Bertempat di Puskesdes Desa Soko, Kecamatan Tikung, kelompok mahasiswa menggelar penyuluhan mengenai “Dengue Haemorrhagic Fever (DHF)” kepada ibu-ibu posyandu setempat. Kegiatan ini dilaksanakan dengan pendampingan dosen Prodi S1 Keperawatan UMLA, yaitu Masunatul Ubudiyah, Inta Susanti, Lilis Maghfuroh, dan Abdul Rokhman, yang turut memastikan jalannya penyuluhan berlangsung efektif dan sesuai tujuan edukatif. Kegiatan berlangsung selama 30 menit dan diikuti dengan antusias oleh warga. Dalam penyuluhan tersebut, pemateri Mahmud Zakaria menjelaskan secara rinci mengenai pengertian DBD, faktor risiko, tanda dan gejala, hingga langkah manajemen mandiri yang dapat dilakukan di rumah. Materi dikemas menarik dengan bantuan leaflet dan pemaparan dari PowerPoint. Salah satu hal yang mendapat perhatian peserta adalah penjelasan mengenai kebiasaan sehari-hari yang dapat memicu munculnya sarang nyamuk. Banyak peserta menyadari bahwa kebiasaan menggantung pakaian, jarang menguras bak mandi, hingga membiarkan barang-barang menampung air dapat meningkatkan risiko berkembangnya nyamuk Aedes aegypti. Selama sesi tanya jawab, ibu-ibu cukup aktif memberikan pertanyaan. Di antaranya mengenai frekuensi tepat dalam menguras bak mandi dan kemungkinan seseorang terkena DBD lebih dari satu kali. Pemateri menegaskan bahwa pengurasan bak mandi minimal dilakukan seminggu sekali, dan seseorang bisa terkena DBD hingga empat kali karena terdapat empat serotipe virus dengue yang berbeda. Selain penyajian materi, tim mahasiswa juga melakukan pembagian leaflet, pendataan peserta, serta memberikan evaluasi langsung mengenai jalannya penyuluhan. Fasilitator turut membantu memastikan peserta memahami isi materi dan mendorong mereka untuk aktif bertanya. Ketua kelompok menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan upaya mahasiswa untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap penyakit DBD yang setiap tahun menunjukkan kecenderungan peningkatan kasus. “Masyarakat adalah garda terdepan pencegahan. Jika perilaku hidup bersih bisa diterapkan secara rutin, risiko penularan bisa ditekan,” ujarnya. Penyuluhan diakhiri dengan penutup dari moderator dan dokumentasi bersama peserta. Warga berharap kegiatan serupa dapat dilakukan kembali dengan tema kesehatan lain yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.