BERITA
15 Jul 2026, 12:31 PM
Admin Web UMLA
Admin Web
UMLA News - Lamongan, 15 Juli 2026 – Baitul Arqom Purna Studi (BAPS) Tahun 2026 Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) tidak hanya menjadi ajang penguatan karakter dan nilai-nilai Al-Islam Kemuhammadiyahan (AIK), tetapi juga momentum membekali mahasiswa dengan kompetensi yang dibutuhkan untuk menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif. Dalam kegiatan yang diikuti sekitar 600-an calon lulusan tersebut, Rektor UMLA Prof. Dr. Abdul Aziz Alimul Hidayat, S.Kep., Ns., M.Kes. mengajak mahasiswa untuk mulai membangun portofolio digital sebagai identitas profesional yang mampu meningkatkan daya saing di tingkat nasional maupun global.
Di hadapan sekitar 600-an mahasiswa calon lulusan yang mengikuti BAPS 2026, Prof. Aziz menyampaikan bahwa dunia kerja saat ini telah mengalami perubahan yang sangat signifikan. Perusahaan tidak lagi hanya menilai pelamar berdasarkan ijazah atau dokumen lamaran, tetapi juga melalui rekam jejak digital yang menunjukkan kemampuan, pengalaman, dan karya nyata yang dimiliki.
"Portofolio digital yang dapat diakses secara online menjadi salah satu kunci agar lulusan memiliki peluang lebih besar untuk dipanggil ke tahap wawancara. Di era sekarang, perusahaan ingin melihat bukti kompetensi, bukan hanya daftar riwayat hidup," ungkapnya.
Menurutnya, persaingan kerja saat ini tidak lagi membedakan lulusan perguruan tinggi negeri maupun swasta. Seluruh lulusan dituntut mampu menunjukkan kualitas diri melalui pengalaman, proyek, sertifikat kompetensi, dan berbagai pencapaian yang terdokumentasi dengan baik.
Prof. Aziz menjelaskan bahwa portofolio digital dapat dibangun melalui berbagai platform, seperti repositori digital, media sosial profesional, maupun situs web pribadi. Ia mendorong mahasiswa untuk mulai mendokumentasikan seluruh pengalaman akademik maupun nonakademik, termasuk sertifikat pelatihan, hasil penelitian, kegiatan pengabdian kepada masyarakat, prestasi, hingga proyek yang pernah dikerjakan.
Ia mencontohkan bahwa salah satu kemampuan yang saat ini banyak dibutuhkan industri adalah analisis data. Oleh karena itu, mahasiswa tidak hanya disarankan mengikuti pelatihan atau memperoleh sertifikat, tetapi juga mengerjakan proyek nyata yang dapat menunjukkan kemampuan dalam mengolah dan menganalisis data.
"Jangan berhenti pada sertifikat. Tampilkan juga hasil proyek yang pernah dikerjakan, jelaskan peran Anda, proses yang dilakukan, dan hasil yang diperoleh. Itulah yang akan menjadi nilai tambah di mata perusahaan," jelasnya.
Selain kemampuan teknis sesuai bidang keilmuan, Rektor UMLA juga menekankan pentingnya penguasaan bahasa Inggris sebagai bahasa komunikasi global. Menurutnya, kemampuan menyusun dokumentasi maupun mempresentasikan hasil pekerjaan dalam bahasa Inggris akan membuka peluang karier yang lebih luas, baik di perusahaan nasional, multinasional, luar negeri, maupun pekerjaan berbasis remote working.
Prof. Aziz juga mengingatkan bahwa proses rekrutmen modern telah berubah. Banyak perusahaan terlebih dahulu menelusuri profil digital pelamar sebelum memutuskan untuk mengundang mereka ke tahap wawancara. Oleh karena itu, mahasiswa perlu memastikan bahwa kemampuan yang dimiliki sesuai dengan kebutuhan posisi yang dilamar dan tercermin dengan baik dalam portofolio digital.
Sebagai bekal menjelang kelulusan, ia memberikan sejumlah pesan kepada para peserta BAPS 2026, di antaranya segera membangun portofolio digital yang dapat diakses publik, mendokumentasikan minimal satu proyek nyata sebagai bukti kompetensi, melengkapi portofolio dengan sertifikat pendukung, serta terus meningkatkan kemampuan analisis data dan bahasa Inggris agar memiliki daya saing di tingkat global.
Melalui materi tersebut, Baitul Arqom Purna Studi 2026 tidak hanya menjadi sarana penguatan karakter dan nilai-nilai AIK sebagaimana disampaikan Wakil Rektor III UMLA, tetapi juga menjadi wadah pembekalan kompetensi karier yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja masa kini. Dengan demikian, lulusan UMLA diharapkan mampu tampil sebagai insan yang berkarakter Islami, profesional, inovatif, serta siap berkompetisi di tingkat nasional maupun internasional.