BERITA
15 Jul 2026, 12:15 PM
Admin Web UMLA
Admin Web
UMLA News - Lamongan, 15 Juli 2026 – Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) kembali menunjukkan komitmennya dalam membentuk lulusan yang unggul tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga karakter dan nilai-nilai keislaman melalui penyelenggaraan Baitul Arqom Purna Studi (BAPS) Tahun 2026. Pelaksanaan BAPS tahun ini menjadi momentum bersejarah bagi UMLA karena untuk pertama kalinya program pembinaan mahasiswa menjelang kelulusan tersebut diselenggarakan secara institusional sebagai bagian dari penguatan karakter lulusan dan implementasi pembinaan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK).
Kegiatan dibuka dengan sambutan Wakil Rektor III UMLA Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Al-Islam Kemuhammadiyahan (AIK), Dr. H. Alifin, S.K.M., M.Kes. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Baitul Arqom Purna Studi merupakan bekal penting bagi mahasiswa sebelum memasuki kehidupan bermasyarakat dan dunia profesional.
Dr. Alifin menjelaskan bahwa pelaksanaan Baitul Arqom Purna Studi merupakan implementasi dari Peraturan Rektor tentang Satuan Penilaian Kredit Prestasi Penunjang Akademik, yang mengatur berbagai aktivitas penunjang akademik yang wajib diikuti mahasiswa selama menempuh pendidikan di UMLA. Regulasi tersebut bertujuan mengukur sekaligus memberikan pengakuan terhadap partisipasi mahasiswa dalam berbagai kegiatan yang mendukung pengembangan kompetensi akademik, kepemimpinan, dan karakter.
Menurutnya, terdapat dua kelompok kegiatan dalam sistem tersebut, yaitu kegiatan wajib institusi dan kegiatan wajib pilihan mahasiswa. Kegiatan wajib institusi meliputi Masa Ta'aruf Mahasiswa (MASTAMA), tutorial Bahasa Inggris, sertifikasi dari lembaga profesi, pelatihan kepemimpinan (leadership), hingga Baitul Arqom Purna Studi. Sementara itu, kegiatan wajib pilihan disalurkan melalui berbagai organisasi kemahasiswaan sesuai dengan bakat dan minat masing-masing mahasiswa.
"UMLA memiliki motto Inovatif, Profesional, dan Islami. Nilai-nilai tersebut tidak hanya diwujudkan melalui proses pembelajaran di kelas, tetapi juga melalui berbagai kegiatan kemahasiswaan yang membentuk karakter, kepemimpinan, dan kepribadian mahasiswa," ujar Dr. Alifin.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Baitul Arqom Purna Studi merupakan salah satu program kerja Labbaik, lembaga pembinaan dan pengembangan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) di UMLA. Program ini dirancang untuk mempersiapkan mahasiswa sebelum menyelesaikan studi agar memiliki kesiapan spiritual, moral, dan sosial saat kembali ke tengah masyarakat.
Dalam penyampaiannya, Dr. Alifin menggunakan analogi yang menggambarkan peran lulusan UMLA sebagai generasi yang siap mengabdi.
"Anak-anakku sebentar lagi akan meninggalkan kampus UMLA. Anak-anakku ini sebagai anak panah yang akan keluar dari busurnya."
Melalui filosofi tersebut, ia mengibaratkan mahasiswa sebagai "anak panah" yang telah ditempa selama menempuh pendidikan di UMLA dan kini siap dilepaskan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat. Sementara itu, nilai-nilai AIK, ilmu pengetahuan, serta pengalaman yang diperoleh selama di kampus menjadi "sangu" atau bekal yang akan mengantarkan mereka menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Ia menambahkan bahwa tujuan utama Baitul Arqom Purna Studi adalah menanamkan komitmen yang kuat kepada almamater, nilai-nilai Islam, Persyarikatan Muhammadiyah, keluarga, dan tanggung jawab terhadap diri sendiri. Dengan demikian, lulusan UMLA diharapkan mampu menjadi kader bangsa, kader umat, sekaligus kader Muhammadiyah yang memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat.
Pelaksanaan Baitul Arqom Purna Studi 2026 dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama dilaksanakan pada 15–16 Juli 2026 dan diikuti oleh 337 mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK). Selanjutnya, sesi kedua akan berlangsung pada 20–21 Juli 2026 yang diikuti oleh 161 mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) serta 116 mahasiswa Fakultas Sains, Teknologi, dan Pendidikan (FSTP). Dengan demikian, kegiatan perdana ini diikuti oleh total 614 mahasiswa calon lulusan UMLA.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung selama dua hari pada setiap sesi dan diselenggarakan tanpa dipungut biaya oleh institusi, kecuali kebutuhan pribadi peserta. Selama mengikuti kegiatan, mahasiswa juga memperoleh fasilitas konsumsi sebagai bentuk dukungan kampus terhadap kelancaran pelaksanaan program.
Melalui penyelenggaraan perdana Baitul Arqom Purna Studi, UMLA menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, jiwa kepemimpinan, dan karakter Islami yang kuat. Program ini diharapkan menjadi tradisi akademik sekaligus wahana kaderisasi yang melahirkan alumni berdaya saing, berakhlak mulia, dan siap memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa, umat, serta Persyarikatan Muhammadiyah.