BERITA
20 Jul 2026, 05:47 AM
Admin Web UMLA
Admin Web
UMLA News - Lamongan, 20 Juli 2026 – Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) kembali menyelenggarakan Baitul Arqam Purna Studi Tahap II bagi mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) serta Fakultas Sains, Teknologi, dan Pendidikan (FSTP). Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 20–21 Juli 2026, ini menjadi lanjutan dari pelaksanaan tahap pertama yang telah diikuti mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) pada pekan sebelumnya. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Lamongan, Prof. Dr. Abdul Aziz Alimul Hidayat, S.Kep., Ns., M.Kes. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa Baitul Arqam Purna Studi bukan sekadar kegiatan pembekalan menjelang kelulusan, tetapi merupakan proses pembentukan karakter dan penguatan kompetensi lulusan agar siap menghadapi dinamika dunia kerja serta tantangan global. Rektor menjelaskan bahwa penyelenggaraan Baitul Arqam tahun 2026 memiliki pendekatan yang lebih komprehensif. Jika sebelumnya pembekalan lebih banyak berfokus pada persiapan karier setelah lulus, kini materi disusun mengikuti kebijakan Persyarikatan Muhammadiyah melalui Majelis Pendidikan Kader dengan memasukkan berbagai muatan penting yang dibutuhkan oleh lulusan Universitas Muhammadiyah. "Baitul Arqam tahun ini dirancang untuk memberikan bekal yang lebih utuh kepada calon lulusan. Tidak hanya membahas karier, tetapi juga memperkuat nilai-nilai keislaman, karakter, kepemimpinan, serta kesiapan menghadapi perubahan dunia yang semakin kompleks," ungkapnya. Beliau juga mengajak seluruh peserta untuk mengikuti setiap sesi secara sungguh-sungguh, tidak sekadar hadir untuk memenuhi absensi, tetapi benar-benar memahami setiap materi yang disampaikan. Menurutnya, setiap materi harus menjadi bekal nyata dalam memasuki dunia profesional. Dalam arahannya, Rektor menyoroti perubahan dunia kerja yang berlangsung sangat cepat akibat globalisasi, perkembangan teknologi, serta ketidakpastian ekonomi global. Kondisi tersebut menuntut lulusan perguruan tinggi memiliki kemampuan beradaptasi, berpikir kritis, serta terus meningkatkan kompetensi sesuai kebutuhan zaman. "Profesi yang hari ini ada belum tentu tetap bertahan beberapa tahun ke depan. Karena itu, lulusan tidak cukup hanya memahami teori dari buku teks, tetapi juga harus mampu melihat realitas, memahami konteks perkembangan masyarakat, serta menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi," jelasnya. Lebih lanjut, beliau menekankan pentingnya penguasaan keterampilan (tools) dan kompetensi yang relevan dengan bidang masing-masing. Menurutnya, lulusan harus mampu mengidentifikasi kemampuan yang dibutuhkan oleh dunia kerja sehingga dapat memenuhi harapan para pengguna lulusan. Melalui penyelenggaraan Baitul Arqam Purna Studi Tahap II ini, UMLA berharap seluruh calon lulusan FEB dan FSTP tidak hanya siap menyelesaikan studi, tetapi juga menjadi lulusan yang berkarakter Islami, adaptif terhadap perubahan, memiliki daya saing global, serta mampu memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan Persyarikatan Muhammadiyah.