BERITA
20 Oct 2026, 08:58 AM
Admin Web UMLA
Admin Web
UMLA NEWS - Jakarta, 20 Oktober 2026 – Asosiasi Pendidikan Tinggi Informatika dan Komputer (APTIKOM) menyelenggarakan Rapat Koordinasi APTIKOM dengan FORDI Program Studi di Bawah Naungan APTIKOM secara daring melalui Zoom Meeting pada Selasa, 20 Oktober 2026, pukul 13.30–14.30 WIB. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam memperkuat sinergi antarprogram studi sekaligus menginisiasi pembentukan Forum Program Studi (FORDI) Informatika Medis/Kesehatan sebagai wadah kolaborasi nasional bagi perguruan tinggi yang memiliki bidang keilmuan tersebut.
Rapat diikuti oleh pengurus APTIKOM, koordinator FORDI, serta perwakilan Program Studi Informatika Medis dan Informatika Kesehatan dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Agenda utama meliputi evaluasi sinergi program APTIKOM, pembahasan pembentukan FORDI Informatika Medis/Kesehatan, penyusunan langkah awal struktur kepengurusan, serta perencanaan kolaborasi dan program kerja ke depan. Ketua Umum APTIKOM Tekankan Pentingnya Sinergi Nasional
Dalam sambutannya, Ketua Umum APTIKOM periode 2026–2030, Prof. Husni Teja Sukmana, menegaskan bahwa pembentukan FORDI Informatika Medis/Kesehatan merupakan bagian dari upaya memperkuat ekosistem pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi digital di sektor kesehatan.
“APTIKOM berkomitmen menjadi ruang kolaborasi bagi seluruh program studi di Indonesia. Kehadiran FORDI Informatika Medis/Kesehatan diharapkan mampu menyatukan visi, memperkuat jejaring akademik, serta menghasilkan langkah-langkah strategis dalam pengembangan kurikulum, penelitian, dan peningkatan kualitas lulusan agar selaras dengan kebutuhan transformasi digital di bidang kesehatan,” ujar Prof. Husni Teja Sukmana. Beliau juga menekankan pentingnya pemerataan manfaat keanggotaan APTIKOM agar seluruh dosen, termasuk yang berada di berbagai daerah, memperoleh akses informasi dan kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam berbagai program nasional. Sekjen APTIKOM Dorong Kolaborasi Berkelanjutan
Sementara itu, Sekretaris Jenderal APTIKOM, Prof. Adiwijaya, menyampaikan bahwa forum ini menjadi titik awal bagi lahirnya kolaborasi yang lebih terstruktur antarp rogram studi.
Menurutnya, penguatan komunikasi melalui FORDI akan mempermudah penyusunan program bersama, pertukaran praktik baik, hingga penyelarasan kebijakan akademik yang relevan dengan kebutuhan industri dan layanan kesehatan. “Kolaborasi tidak boleh berhenti pada pertemuan hari ini. FORDI harus menjadi wadah yang aktif dalam menghasilkan rekomendasi strategis bagi pengembangan pendidikan Informatika Medis dan Informatika Kesehatan di Indonesia,” ungkap Prof. Adiwijaya.
Rapat Lanjutan Bahas Kepengurusan hingga Kebijakan Nasional Salah satu hasil penting dari rapat koordinasi ini adalah kesepakatan untuk menyelenggarakan rapat lanjutan khusus FORDI Informatika Medis/Kesehatan. Pertemuan berikutnya akan difokuskan pada pembentukan struktur kepengurusan, penyusunan program kerja, serta perumusan berbagai rekomendasi strategis yang akan menjadi agenda bersama FORDI. Beberapa isu prioritas yang akan ditindaklanjuti dalam rapat lanjutan meliputi: • Finalisasi pembentukan dan struktur organisasi FORDI Informatika Medis/Kesehatan. • Penyusunan program kerja nasional yang melibatkan seluruh program studi anggota. • Pembahasan kesesuaian nomenklatur gelar lulusan Informatika Medis/Informatika Kesehatan. • Penyelarasan posisi lulusan dalam formasi Aparatur Sipil Negara (ASN) agar sesuai dengan kebutuhan instansi pemerintah dan sektor kesehatan. • Pengembangan serta harmonisasi kurikulum yang selaras dengan perkembangan teknologi kesehatan digital, kebutuhan industri, dan kebijakan pendidikan tinggi. • Penguatan jejaring penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta peningkatan kompetensi dosen dan mahasiswa. Masukan Strategis dari Peserta
Selain agenda pembentukan FORDI, peserta rapat juga menyampaikan sejumlah masukan kepada APTIKOM untuk meningkatkan manfaat keanggotaan. Di antaranya adalah usulan agar dosen yang terdaftar sebagai anggota APTIKOM memperoleh manfaat berupa peluang akses ke jurnal internasional atau sumber referensi ilmiah melalui skema kerja sama yang dimiliki organisasi.
Peserta juga menyoroti pentingnya pemerataan informasi kegiatan APTIKOM hingga ke seluruh daerah. Sebagai contoh, disampaikan bahwa informasi mengenai program Guru Besar APTIKOM Mengabdi belum menjangkau sebagian anggota di Aceh. Masukan tersebut menjadi perhatian agar mekanisme penyebaran informasi melalui koordinator wilayah dan kanal komunikasi resmi dapat diperkuat sehingga seluruh anggota memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti berbagai program APTIKOM.
Membangun Masa Depan Informatika Medis Indonesia Melalui rapat koordinasi ini, APTIKOM menegaskan komitmennya untuk terus membangun kolaborasi nasional yang inklusif melalui pembentukan FORDI Informatika Medis/Kesehatan. Kehadiran forum tersebut diharapkan mampu menjadi motor penggerak dalam meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat jejaring akademik, serta menghasilkan lulusan yang siap menghadapi tantangan transformasi digital di sektor kesehatan Indonesia. Dengan semangat “Satu Forum, Satu Visi, Maju Bersama untuk Negeri,” APTIKOM optimistis bahwa sinergi antarperguruan tinggi akan menjadi fondasi penting dalam mempercepat pengembangan bidang Informatika Medis dan Informatika Kesehatan di tingkat nasional.