header-int

Sejarah UM Lamongan

Posted by : Administrator
Share

SEJARAH DAN TAHAPAN YANG SUDAH DI TEMPUH

PENGGABUNGAN

STIKES MUHAMMADIYAH LAMONGAN DENGAN STIE MUHAMMADIYAH PACIRAN

MENJADI

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH LAMONGAN

 

Pendirian UM Lamongan sesuai dengan kesepakatan bersama Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lamongan, bahwa hasil rapat tersebut merekomendasikan bahwa pendirian UM Lamongan tidak mendirikan sebuah institusi baru sama sekali tetapi merubah bentuk dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Menjadi UM Lamongan dengan menambah beberapa Program Studi sehingga memenuhi persyaratan sebagai Universitas, adapun selengkapnya sebagai berikut :

  1. Pengusulan perubahan bentuk dari Sekolah Tinggi menjadi Universitas:

Perubahan bentuk yang dimaksudkan adalah perubahan bentuk dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIkes) Muhammadiyah Lamongan menjadi Universitas Muhammadiyah Lamongan( UMLamongan ), persiapannya telah kami mulaibulan Pebruari, mengajukan rekomendasi kepada Kopertis VII di Surabaya dan mendapat rekomendasi dengan No surat : 0839/K7/KL/2015 ( foto copy terlampir )

Pengusulan ini didasari petunjuk tehnis dari Ristekditi yang diperoleh dari : silemkerma.ristekdikti.go.id.

Berkas pengusulan secara lengkap kami kirimkan kepada Meteri Riset, Tehnologi, dan pendidikan Tinggi ( Menristekdikti ) Gedung D Lantai 6 Jl. Pintu I Senayan Jakarta. melalui/ via on line yang kami unggahke Laman : silemkerma.ristekdikti.go.id. dengan no surat : 254/III.3.AU/A/2015 ( foto copy terlampir)

Berkas yang kami kirimkan selalu kita ikuti dari hari kehari sampai beberapa bulan berikutnya  tidak ada jawaban, namun beberapa bulan berikutnya mendapat jawaban lewat on line dari : silemkerma.ristekdikti.go.id. bahwa persyaratan ada masalah terutama tanah, sebetulnya tanah telah mencukupi karena telah memiliki tanah seluas 30.000 m2, namun ada dari 10 sertifikat ada satu sertifikat tanah yang masih belum selesai diproses di kantor pertanahan sehingga terbaca bahwa tanah masih milik pribadi bukan atas nama pesyarikatan Muhammadiyah, sehingga kami simpulkan gagal, karena informasi ini kami peroleh menjelang periode tahun ke 2 yaitu Januari 2016 memasukan persyaratan perubahan bentuk apabila pada tahun pertama gagal.

 

  1. Pengusulan Penggabungan beberapa Sekolah Tinggi Menjadi Universitas;

Setelah mempelajari situasi dan sistem perubahan dengan melalui jalur on line gagal, kami panitia mencoba melalui jalan lain yaitu penggabungan beberapa sekolah tinggi milik Muhammadiyah bergabung menjadi satu menjadi Universitas Muhammadiyah Lamongan, diantaranya; Stikes Muhammadiyah Lamongan, Stie Muhammadiyah Paciran Lamongan dan STAIM Paciran Lamongan menjadi Universitas Muhammadiyan Lamongan. Berkas permohonan telah kami kirimkan Kepada Kepala Dirjen Kelembagaan Kemenristek Dikti, dengan No surat : 1103/III.3.AU/A/2016. Setelah berjalan beberapa bulan kemudian ada kunjungan dari Jakarta dan melihat kondisi linkungan dan asset yang dimiliki ketiga perguan tinggi yang akan digabungkan dan ada beberapa masukan yang harus dipersiapkan untuk pengabungan, kami panitia telah memperhatikan hal tersebut pada bulan berikutnya. Dalam proses persiapan, sambil menunggu berita dari pusat ternyata ada berita Telpon dan surat resmi dari Dirjen Dikti untuk mengikuti pendampingan ke Jakarta.

 

  1. Lanjutan Perubahan Bentuk dari Sekolah Tinggi menjadi Universitas.

Setelah mendapat undangan resmi dari Direktorat Kelembagaan Ilmu Pengetahuan, Tehnologi dan Pendidikan Tinggi, tgl. 17 Januari 2017 dengan No surat : 129/ C4/ KL/ 2017 tepatnya Hari Jum’at 20 Januari di Park Hotel Jakarta, Jln. DI Panjaitan Kav. 5. Cawang, Jakarta, perihal Pembimbngan Usul Perubahan bentuk Stikes Muhammadiyah Lamongan menjadi Universitas Muhammadiyah Lamongan( foto copy undangan terlampir ). Selama satu hari penuh dilakukan pembimbingan, baru menyadari bahwa permohonan perubahan bentuk dari Stikes Muhammadiyah Lamongan menjadi Universitas dilanjutkan.

 

Sepulang dari Jakarta panitia langsung bekerja dan mempersiapkan segala sesuatunya yang perlu diperbaiki serta kelenkapanya yang lainnya. Tepat tanggal 24 Januari 2017 kami kirimkan pemenuhan kekurangan dokumen Perubahan Stikes Menjadi Universitas yang meliputi : aspek keuangan, aspek legalitas dan badan hukum, aspek sertifikat tanah atas nama persyarikatan Muhammadiyah, aspek akademik. ( foto copy terlampir )

 

Kemudian pada tgl 28 April 2017 dapat surat Direktorat Kelembagaan No. 1046/ C4/KL/ 2017 permintaan kekurangan berkas dokumen, maka pada Tgl 6 Mei 2017 kami susuli kekurangan tersebut dengan No Surat: 1277/ III.3.AU/F/2017, yang meliputi : aspek Keuangan, Aspek Umum, meliputi Penyempurnaan proposal Perguruan Tinggi, Penyempurnaan proposal masing-masing Program Studi. Dan aspek ketersediaan Laboratorium.( foto copy terlampir)

 

Setelah dilakukan pembimbingan terakir secara detail telah kami kerimkan penyempurnaan dokumen berkas yang meliputi aspek hukum, meliputi rekomendasi Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Rekomendasi Gubernur Jawa Timur, Rekomendasi Bupati Lamongan, Dokumen kepemilikan tanah, Aspek Keuangan, Aspek Umum dan Aspek Program Studi, dan telah kami kirimkan surat pemenuhan tersebut diatas dengan Surat No : 2648/III.3/F/2017 ( foto Copy terlampir )

Sambil menunggu hasil terakir, kita tunggu bulan-bulan akhir 2017 belum jaga ada berita tentang visitasi dari Kementerian Ristek Dikti pusat. Maka masuk bulan januari tahun 2018 ada berita semua baik perubahan bentuk dan lain lain termasuk penyatuan dan penggabungan Perguruan tinggi harus lewat jalur on line, sesuai surat pemberitahuan dari Kopertis 7 Jawa Timur No: 0059/K7/2018, betapaun kami dari stikes Muhammadiyah juga mengikuti sosialisasi penyatuan dan penggabungan beberapa akademi dan sekolah tinggi menjadi Universitas, sesuai dengan undangan Kemenristek Dikti di Hotel SAntika Premiere Gubeng, JL. Raya Gubeng 54 Surabaya ( foto copy terlampir )

 

  1. Penggabungan dan Penyatuan Perguruan Tinggi menjadi Universitas;

Sesuai dengan surat pemberitahuan dari Kopertis 7 Jawa Timur di Surabaya yang sudah diuraikan diatas Panitia Pendirian Universitas Muhammadiyah Lamongan terus bekerja mempersiapkan diri untuk mengikuti sistem baru yaitu penyatuan sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan dan Tekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Muhammadiyah di paciran Lamongan menjadi Universitas Muhammadiyah Lamongan, dari konsep awal Sekolah Tinggi Ilmu Agama Muhammadiyah Paciranikut bergabung ternyata ada kendala di tingkat kementerian Agama yang belum konek dengan Kementerian Ristek Dikti sehingga ada kesulitan pada saat di upload ke laman silemkarma Dikti, namun demikian kedepan Institusi Staim tetap akan disatukan menjadi satu dengan Universitas Muhammadiyah Lamongan.

Semua pesyaratan penyatuan termasuk pernyataan masing-masing BPH telah ditandatangani ketiga belah pihak serta persyaratan yang lain telah terpenuhi, sehingga berkas usulan penyatuan beberapa perguruan tinggi pada: tahap pertama;telah dikirimkan, Kepada : Mentri Riset, Tehnologi, dan Pendidikan Tinggi Cq. Direktur Jendral Kelembagaan IPTEK dan DIKTI, Jln Pintu I Senayan Jakarta, No 2428/ III.3.AU/F/2018, melalui ; silemkerma.ristekdikti.go.id. (foto copy terlampir )

Berikutnya telah kami siapkan berkas dokumen untuk tahap kedua

 

  1. Penyerahan SK Menteri Ristek Dikti Nomor 880/KPT/I/2018 tentang Ijin Universitas Muhammadiyah LamonganTanggal 12 Oktober 20018 Oleh Presiden RI Joko Widodo

 

Sebanyak 6 Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) naik kelas menjadi universitas. Penyerahan SK (surat keputusan) diberikan langsung oleh Presiden Joko Widodo bersamaan dengan acara peresmian Masjid Ki Bagus Hadikusumo di Universitas Muhammadiyah Lamongan, Senin (19/11/18).

Enam Perguruan Tinggi Muhammadiyah yang diubah statusnya adalah Stikes Muhammadiyah Lamongan, Stikes Muhammadiyah Kudus, Stikes Muhammadiyah Wonosobo, Stie Ahmad Dahlan Jakarta, Akademi KebidananAisyiyah Banten, dan Perguruan Tinggi Muhammadiyah Sorong.

Di sela acara tersebut, para pimpinan kampus dipersilakan naik ke podium. Kemudian disusul oleh Jokowi yang siap menyerahkan SK perubahan status perguruan tinggi.

Dalam acara ini, Jokowi didampingi Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menristek dikti M. Nasir, Mendikbud Muhadjir Effendy, Ketua UmumPimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir, dan GubernurJawa Timur Soekarwo.

Setelah penyerahan, Jokowi kemudian memberikan sambutan. Dalam kesempatan itu, dia menyinggung kualitas perguruan tinggi Muhammadiyah. “Muhammadiyah terus membangun perguruan tinggi di berbagai daerah,” tuturnya.

Usai memberikan sambutan, presiden meresmikan Masjid Ki Bagus Hadi kusumo yang ditandai dengan menekan tombol sirine. Kemudian dilanjutkan dengan melakukan prosesi peletakan batu pertama pembangunan tower 15 lantai Universitas Muhammadiyah Lamongan

 

UMLA Universitas Muhammadiyah Lamongan | JL Raya Plalangan Plosowahyu KM2 Lamongan
© 2019 Universitas Muhammadiyah Lamongan Follow Universitas Muhammadiyah Lamongan : Facebook Twitter Linked Youtube