header-int

Seminar Internasional FIKES UMLA

Jumat, 31 Jul 2020, 09:12:22 WIB - 64 View
Share
Seminar Internasional FIKES UMLA

Universitas Muhammadiyah Lamongan melalui Fakultas ilmu kesehatan kembali menorehkan prestasi kali ini lewat seminar internasional yang digelar pada hari Selasa tanggal  28 Juli 2020 dengan judul    
The Role of Health Workers In The Midst Of Covid -19 Pandemic And New Normal Era"
Seminar Internasional online yang menghadirkan pembicara dari 3 negara tersebut adalah Indonesia, Malaysia dan Thailand, kegiatan tersebut terselenggara karena kerjasama internasional antara UMLA dengan MSU Malaysia, Mahsa University dan Khon Khaen University, melalui Kantor Urusan Internasional dan kerjasama ( KUIK). Acara yang berlangsung kurang lebih 3 jam tersebut di bagi menjadi 2 sesi dengan masing-masing sesi Pembicara, diawali dari welcoming Speech oleh rektor universitas Muhammadiyah Lamongan Drs. H.Budi Utomo, M.Kes dalam sambutannya Rektor mengatakan sangat antusias dengan kegiatan yang dilakukan pada hari ini untuk meningkatkan hubungan baik antar beberapa universitas di Asia Tenggara Dimana UMLA telah melakukan Kerjasama melalui MOUuntuk meningkatkan Kualitas pembelajaran tri Sharma perguruan tinggi,  Sependapat dengan Rektor UMLA, Dekan fakultas Ilmu kesehatan Bapak Arifal Aris, S.Kep, Ns, M.Kes  dalam opening speech, beliau menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pembicara, panitia peserta atas terselenggaranya acara seminar internasiinal dan besar harapan  kerja sama institusi  ini tdk hanya dalam bentuk seminar saja melainkan dapat di kembangkan kerja sama yg lainnya.
Seminar internasional yang diikuti  kurang lebih 5000 peserta yang berasal dari berbagai negara antara lain Indonesia, Malaysia, Thailand, Taiwan, Jepang, India tersebut dalam sesi pertama pembicara dari Malaysia yaitu Prof. Dr. Che’an Ahmad from Mahsa University, Malaysia dengan sub tema Covid-19  Among pregnancy women, 
selanjutnya pembicara ke 2 yaitu Assoc. Prof. Dr. Khanitta Nuntaboot from Faculty of Nursing Khon Kaen University, Thailand dengan sub tema Supporting the community management for surveillance and prevention of covid 19”, 
Dan pembicara ke 3 berasal dari Dosen Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Lamongan yaitu Dimas Arya Nugraha S.Tr.Kes., M.Kes from Universitas Muhammadiyah Lamongan
dengan tema The role of physical activity in maintaining the immune system to 
prevent Covid-19 19. ” sesi 1 yang berlangsung kurang lebih 1,5 jam tersebut di moderator oleh Dosen Keperawatan yaitu Isni Lailatul Maghfiroh, S. Kep,Ns, M.Kes tersebut berlangsung lancar dan antusias dari peserta seminar. 
Sesi selanjutnya yang dimoderatori oleh ibu Isni tersebut di laksanakan oleh 3 pembicara  yaitu Assoc. Prof. Dr.Sairah From MSU Malaysia dengan sub tema Self medication on self quarantine covid-19 patient, dilanjutkan pembicara ke 2 yaitu Dr. Qurratul Aini, M.Kes., CIQaR* (Master of Hospital Administration Program Universitas Muhammadiyah Yogyakarta) dengan sub tema Effective health communication is a key factor in fighting the COVID-19 pandemic dan pembicara ke 3 yaitu Dr. apt. Endang Yuniarti, S. Si., M.Kes (Pharmacy Department, PKU Muhammadiyah Hospital Yogyakarta) dengan sub tema The Role of Pharmacist on Practice Collaboration Health Worker in Covid19 patient. Dari  6 pembicara tersebut yang berasal dari latar belakang pendidikan keperawatan, kebidanan, farmasi, fisioterapi dan Administrasi rumah sakit dapat disimpulkan bahwa peran dari tenaga kesehatan dari berbagai bidang keilmuan di tengah pandemi Covid-19  dan era new normal dapat berkolaborasi dalam hal manajemen dan pencegahan terhadap penyebaran Covid-19 dan mematuhi protokol kesehatan dan mencegah stigma negatif terhadap petugas kesehatan yang merupakan penyebar Covid-19. Peningkatan daya tahan tubuh melalui latihan secara rutin dan bagi Wanita hamil yang terinfeksi pada trimester kedua memiliki gejala demam, batuk, malaise, dan selanjutnya dispnea tidak ada bukti infeksi janin dan efek bawaan sejak lahir dengan COVID-19. Untuk saat ini belum ada obat yang efektif untuk mengobati dan belum ada vaksin untuk mencegah COVID-19, tindakan pencegahan penyebaran COVID-19 yaitu dengan isolasi, jarak fisik, dan karantina: untuk mengurangi penularan virus, kombinasi karantina dengan langkah-langkah pencegahan dan kontrol lainnya, seperti penutupan sekolah, pembatasan perjalanan dan jarak fisik, meniadakan pertemuan massal terbukti efektif dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19.  Dari segi manajemen keperawatan  pencegahan dan pengendalian penyakit menular oleh masyarakat setempat melalui  Investigasi penyakit oleh masyarakat serta Merencanakan penyesuaian untuk mendukung upaya dalam pencegahan dan pengendalian penyakit menular. 
di wawancarai di tempat terpisah rektor Universitas Muhammadiyah Lamongan sangat berterimakasih kepada seluruh pembicara dan panitia atas kerja kerasnya dalam menyiapkan event yang bergensi bertaraf internasional yang tentunya membutuhkan koordinasi dengan baik, dan ucapan terima kasih kepada  peserta yang sudah antusias dari berbagai negara dan semoga kerja sama ini tetap terjalin dengan baik kedepannya.pungkasnya.

UMLA Universitas Muhammadiyah Lamongan | JL Raya Plalangan Plosowahyu KM2 Lamongan
© 2020 Universitas Muhammadiyah Lamongan Follow Universitas Muhammadiyah Lamongan : Facebook Twitter Linked Youtube